Perusahaan layanan transportasi SMRT Singapura mengatakan pada Rabu (16/12) pihaknya telah membuat laporan polisi terhadap seorang komuter yang memaksa naik kereta dengan sepeda yang tidak bisa dilipat.

Operator seorang karyawan SMRT mencoba menghentikan seorang pria dengan sepedanya masuk ke dalam kereta di stasiun Woodlands sekitar pukul 19.10 hari Selasa.

"Penumpang pria tidak kooperatif dan memaksa masuk ke kereta ke jalur utara," kata SMRT.

Dia pindah ke kereta tujuan barat di stasiun Jurong East dan keluar dari stasiun Pioneer sekitar 19.50.

"Kami telah mengidentifikasi penumpang tersebut dan membuat laporan polisi," kata SMRT.

"Demi keselamatan dan kenyamanan semua komuter, kami ingin mengingatkan semua orang untuk mematuhi peraturan saat membawa sepeda lipat dan perangkat mobilitas di dalam kereta dan bus," tambah SMRT.

Sebuah video yang beredar online menunjukkan pria itu memarahi penumpang lain yang tidak dikenal saat sepedanya sengaja digantung ke tiang pegangan kereta.

Aturan yang jelas, hanya sepeda lipat dan perangkat mobilitas pribadi (PMD) yang boleh dibawa ke transportasi umum, menurut pedoman yang diterbitkan di situs web Otoritas Transportasi Darat.

Selain itu, sepeda lipat atau PMD yang dibawa ke angkutan umum maksimum dimensi 120cm x 70cm x 40cm saat dilipat.
Entah lupa aturan, berakhir viral di media sosial Singapura.

sepeda masuk kereta MRT