Josh Reid menyukai bersepeda, menghabiskan waktu sebanyak mungkin bepergian dengan dua roda sejak usia anak anak.

Tahun 2020, karena membutuhkan sepeda baru, dia memesan dari sebuah pabrik di China, dan memutuskan untuk pergi ke sana sendiri untuk mengambilnya.

Tapi ceritanya bukan untuk beli sepeda, bagaimana dia membawa pulang sepeda dari China ke Inggris.

Selanjutnya adalah perjalanan epik selama empat bulan kembali ke Inggris.
Di mana dia bersepeda melalui kota dan pedesaan, menikmati pemandangan dan suara negara-negara unik di sepanjang jalan.

Perjalanan Josh dimulai di Shanghai, setelah berhasil mengambil sepeda kustom barunya, dari kota itulah memulai perjalanan sejauh 14 ribu km melalui 15 negara.

Dia mengunakan sepeda dengan rangka karbon dan ban tubeless. Jadi sejak berangkat dia telah siapkan semuanya untuk kembali pulang ke Inggris
Dia memiliki alas tidur tiup yang membuatnya nyaman di malam hari dan tas cargo untuk menyimpan pakaian dan perlengkapannya.

Menghadapi gelombang panas yang terik, dia bersepeda melintasi bentangan luas Tiongkok, sering kali beristirahat di kantong tidur tanpa tenda di dekat pinggir jalan.

Lucunya banyak orang-orang ingin tahu tentang perjalanannya di sepanjang jalan, sampai dia diundang ke banyak rumah orang untuk makan siang, dari pengemudi truk dan pengendara sepeda juga menghentikannya di sepanjang jalan hanya untuk mengobrol.

Josh bukan pesepeda biasa, karena ayahnya juga seorang jurnalis yang agak . . .
Josh terinspirasi oleh perjalanan yang dilakukan ayahnya, jurnalis Carlton Reid di masa muda di tahun 1980-an, ketika si ayah bersepeda dari Israel dan menghabiskan satu tahun berkeliling gurun di Timur Tengah dengan sepeda gunung.


“Dengan ayah yang gila sepeda, saya pada dasarnya tumbuh di salah satu tempat, dan tur sepeda pertama saya dengan sepeda sendiri adalah perjalanan ke Luksemburg bersama ayah saya ketika saya berusia tujuh tahun.

Dalam perjalanan pulang dari Shanghai, saya mengambil rute kembali di sepanjang jalan yang saya tempuh 14 tahun sebelumnya. Saya memiliki foto saya yang diambil di tempat yang sama setelah sekian lama. "

Selain menavigasi rute perjalanan, Josh juga harus memperhatikan persyaratan visa di sepanjang jalan.
Dia menggunakan satnav untuk memetakan rutenya dan menggunakan peta di ponselnya untuk membuatnya tetap di jalur.
Dia melakukan perjalanan melalui Kyrgyzstan dan Tajikistan, berkendara sejauh 40km di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan dan dari sana baru masuk ke benua Eropa, di mana jalan terbuka dengan lebih banyak pilihan.

“Pelajaran terbesar yang saya pelajari selama ini adalah mempercayai orang asing dan menerima kebaikan mereka. Orang-orang jauh lebih ramah dari yang anda bayangkan, bahkan ketika ada kendala bahasa. Saya dibantu oleh begitu banyak orang baik sepanjang perjalanan saya; menawariku makanan dan tempat berteduh.

Saya tinggal di beberapa masjid dan banyak rumah. Saya merasa bisa sangat melelahkan untuk memulai perjalanan yang sangat panjang. Tapi setiap kali Anda menginjak pedal, Anda lebih dekat ke tujuan daripada sebelumnya, "kata Josh kepada Lonely Planet.


Josh Reid beli sepeda di China bawa pulang sendiri