Goesbike - http://www.goesbike.com
Travel Berjalanan gowes Cidampit Serang 6 Februari
http://www.goesbike.com/articles/413/1/Travel-Berjalanan-gowes-Cidampit-Serang-6-Februari.html
R. Sutedja
Contributor
Film, Video expert
 
By R. Sutedja
Published on 10 February 2010
 
Laporan perjalanan Cidampit dari Mr Budhi Cahyono. Rute dimulai dari kota serang

Alhamdulillah setelah
menempuh perjalanan Bekasi Serang selama kurang lebih 2 jam karena jalanan sepi maka sekitar jam 7.00 pagi saya dan Om Schmoo sudah sampai di
halaman Kantor Bupati Serang, letaknya tepat di samping alun-alun kota Serang, bangunan Utama Kantor tsb peninggalanan Walanda Compeni jadi banyak
pilar/tiang yang kokoh, sedangkan sebelah kiri bangunan Utama sudah bangunan tambahan yang baru, halamannya luas dan ada pohon beringin besar (bhs padang : Pohon tempat bataduh..), Om Rama and the gangs yang datang lebih pagi sempat sarapan di alun-alun yang banyak penjual makanan disana geTo Loh

Saya bertemu dengan Kang Dede yang waktu itu nanya Om Rama..baru kemudian saya tahu bahwa Kang Dede adalah salah satu dedengkot SERAM (Serang All Mountain). Ternyata nggak percuma Om Rama hallo-hallo di milist dan BBM ngajak gowes ke Serang karena peserta yang kumpul sekitar 25 - 30 orang dan setelah ditambah dengan tuan rumah Seram maka seluruhnya berjumlah 37 orang biker suatu jumlah yang tidak sedikit tak iyeSeperti biasa setelah sempat foto-foto narsis didepan kantor Bupati dan berdoa bersama maka sekitar jam 8.30 meluncurlah rombongan membelah Kota Serang di trek jalan aspal.

Wow semua langsung meluncur dengan kenceng dan ada cerita lucu di BBM dari Om Arry Kintamani sayang udah kehapus cerita bahasa aslinya, jadi ini versi bahasa saya Tepat di depan saya ada yang pakai YETI doski gowes kenceng buanget, saya kejar eh tambah kuenceng, saya kencengin lagi, doski tambah kenceng, kaki udah gemeter tapi doski masih kenceng dan voreder udah disalip hiksudah mulai pusing untung berhenti di pertigaan jalan sebelum masuk jalanan makadam.eh doski malah balik pulang katanya udah nggak kuat melanjutkan gowes lagi.ternyata doski newbie dari Jateng temennya Haris King Kong di lawan hiks..hiks.

Memang setelah meluncur di jalanan aspal sekitar 15 menit kemudian rombongan berhenti sebentar karena akan belok kanan menuju trek makadam, lebar trek makadam sekitar 2-3 meter, jalanan kampung dengan kiri dan kanan rumah-rumah penduduk pribumi dengan diselingi tegalan, ada di jumpai kerbau yang mandi lumpur di tegalan, pemandangan sudah mulai menarik karena suasana alam pedesaan yang asri tidak lama sekitar 10 menit kemudian belok kanan lagi menuju single trek tanah, lebar trek ini cuman ½ M berkelok-kelok dibawah pohon rambutan yang berbuah lebat tak pelak lagi biker sering berhenti dan foto-foto narsis sambil metik buah rambutan.wat el.cuaca terang benderang tetapi karena gowes dibawah pohon yang rimbun maka indak taraso (tidak terasa) panasnya dan trek tetap berkelok-kelok, kadang juga melewati trek yang berlumpur dan buecek karena humus dan sisa hujan hari sebelumnya jadi tidak gowesable dan jelas tun-tun bike jalan keluarnya tak iye

Kurang lebih 1 jam berada disingle trek itu kemudian tembus ke jalanan aspal dan belok kiri, kata tuan rumah Kang Tedy (masih muda sekitar 25 th dan berperawakan sedang) bahwa kita akan melewati trek aspal ini sekitar 3 Km dengan kondisi menanjak sitorus he..he(Klo Om Teo ikut pasti seneng dah dapat tanjakan hiks).jelas lewat trek aspal pastinya panas karena pantulan dari bawah tak iye.ya nikmati saja wong sudah ada disana hiksjalanan sepi dan kendaraan bermotor hanya sesekali aja...semua biker lolos di tanjakan aspal ini, kemudian tibalah di persimpangan jalan sebelum belok kiri lagi menuju hutan.istirahat sekitar sebentar disana karena ternyata ban sepeda dari Bu Yanti (Istri Om Hadi bocor) dan terpaksa diangkut dengan mobil pick-up (disediakan oleh Panitia) dan harus ganti ban.

Panitia memutuskan bahwa yang sudah siap untuk berangkat duluan menuju Rumah Hutan Trek tanah setelah ini bener-bener merupakan ciri khas Cidampit, single trek, dibawah pohon-pohon tinggi (pohon melinjo, ada juga pohon duren lho, pokoknya pohon hutan tropis dah), banyak akar-akar pohon yang mencuat diatas permukaan trek, berkelok dan menanjak, umumnya sebelah kiri trek lebih tinggi sedangkan sebelah kanan adalah tebing yang tidak kelihatan karena tertutup dedaunan..sinar mentari hanya sesekali menyusup diantara dedaunan, jadi tidak panas dan sejuk, eeet tapi jangan dulu berpikir bahwa gampang gowes di bawah pepohonan tsb, ternyata biker harus extra hati-hati karena memerlukan technical skill yang nggak main-maintaruhannya kalau salah perhitungan bisa terjungkal terkena akar pohon yang tiba-tiba muncul di permukaan trek, contohnya Sandra yang terpaksa harus terjungkal dari tunggangannya atau Om Schmoo yang terpeleset ketika kakinya menginjak bibir tebing sehingga langsung terjatuh bersama sepedanya dan hampir menggelinding kebawah kalau saja tidak sempat meraih pohon terdekat. Ada beberapa biker lagi yang merasakan empuknya tanah di trek ini karena terjatuh dari tunggangannya hiks..wat el Bener kata Om Arry bahwa trek ini aneh karena secara kasat mata bisa digowes tapi apa daya tenaga sudah terkuras habis, jadi terpaksa ttb tapi nuntun sepedapun udah mulai goyang karena gemeter hiks..untungnya voreder menyadari keadaan itu dan mungkin juga karena melihat wajah saya yang sudah pucat pasi (kalau disilet kagak keluar darah hiks).

Setelah cukup istirahat di tengah hutan tsb perjalanan dilanjutkan lagi dan treknya sekarang giliran banyak turunan terjal / drop of .kira-kira setengah jam kemudian sampailah kami di areal RUMAH HUTAN CIDAMPIT sekitar jam 13.00, tercengang saya melihat areal rumah hutan tsb se-olah sebuah padepokan silat di-tengah hutan yang asri, areal tsb luasnya kira-kira 1 hektar dengan Rumah Hutan (bangunan tingkat 2 terbuat dari kayu papan dan atap rumbia) dibawah bisa duduk-duduk diatas tembok semen setinggi ½ M, sedangkan tingkat atas buat tiduran (balai-balai) , sebelah kiri ada Rumah Taman Bacaan (bangunan tingkat 2 juga dan memang banyak buku-buku disana) diatas bisa buat baca tetapi dibawahnya buat tempat makan karena tersedia 2 (dua) meja kayu, dibelakang taman bacaan ini ada Musholla (tempat sholatnya diatas kira-kira buat 4 orang), samping kanan Rumah Hutan ada lumbung tempat menyimpan padi, juga terbuat dari kayu tetapi sekatnya/pelindungan dari kaca (mewah euy) sehingga padi yang digantung terlihat dari luar, kemudian disamping lumbung ini agak kebawah ada rumah penjaga dan disampingnya ada sumur dan toilet yang bersih..agak jauh dibawah ada lapangan bulu tangkis (semen cor) dan masih ada lagi kandang-kandang hewan.pokoknya areal
Rumah Hutan ini Indah dan Asri karena ada pohon duren, pohon rambutan dsb. di tengah-tengah areal ini halaman rumput yang terpelihara rapi.

Sempat saya baca di Rumah Taman Bacaan bahwa pemilik areal Rumah Hutan ini adalah Pengusaha Serang yang bernama Liem Oei Ping, yang bikin saya salut beliau mengatakan bahwa penduduk setempat boleh saja minikmati hasil buah disana tetapi dilarang menebang pohon..

Selanjutnya kami benar-benar di jamu oleh Team Seram, mereka menyediakan Buah Kelapa Muda segar, Duren , Cempedak, rambutan petik pohon dan makan hasil masakan mereka (sudah diceritakan oleh Om Budi Yakin diatas).wow nikmat manalagi yang engkau dustakan. Sandra yang terjatuh diurut tangannya oleh Pak Awi (dari team tuan rumah) katanya uratnya geser ato ketarik, tetapi Sandra agak susah nengok karena lehernya sakit.

Setelah makan siang para bikers bisa istirahat dimana saja, bisa leyeh-leyeh sambil makan Cempedak, minum dan makan isi kelapa muda, rambutan, sholat Dhuhur + Ashar dijamak di Musholla bergiliran, tiba-tiba terdengar suara komandan Siap-siap 10 menit lagi kita berangkat setelah semua siap seperti biasa foto-foto keluarga dolo, Om Rama selaku koordinator ditanya oleh Tuan Rumah mau trek lengkap atau pintas, karena kalau trek pintas belok kiri sedangkan kalau trek lengkap belok kanan, diputuskan trek lengkap (kapan lagi tak iye).Sandra yang masih sakit dan Om Arry milih trek pintas di antar oleh Pak Awi, Sandra di bonceng Motor sedangkan Om Arry gowes.

Berangkat dari lokasi rumah hutan pada sekitar jam 14.30 rombongan meluncur di pimpin oleh voreder belok kanan, awalnya melewati persawahan nan hijau kemudian melewati trek sempit diantara batu-batu, selanjutnya Down Hill melewati single trek batu2 cadas khas gunung, bener-bener single trek yang menantang karena sempit, tidak terlalu curam tapi tetap memerlukan technical skill karena kalau jatuh di trek ini bisa kaco-suraco karena sebelah kiri trek tebing yang tertutup daunan hiy..cukup panjang trek DH ini mengasyikkan sekali tapi tangan sampai gemeter juga euydan tibalah kami di pinggir sungai yang
cukup lebar sekitar 20 M, voreder berhenti menunggu biker kumpul dan mereka Team Seram masak lagi, goreng pisang dicampur bumbu lain (sudah diceritakan oleh Om Budi Yakin)

Setelah istirahat makan goreng pisang yang digelar dihamparan daun pisang dan makannya pakai tusuk plastik, mandi disungai (yang mandi saya, Om Andi, Om Rama, Om Goni, Om Wari, 2 orang lagi nggak tau namanya).he..hekata GeBrakers kok perut Om Rama agak gendut ya..whuakakak..kata Om Budi Yakin Like Children hiks..hiks.masa kecil kurang bahagia tak iye..Fabi ayyi alaa irobbiku matukat dziban(Nikmat manalagi yang engkau dustakan).

Selesai makan dan mandi maka perjalanan dilanjutkan dengan menyeberangi sungai dengan membawa sepeda masing-masing, ada yang diangkat diatas kepala, ada yang di tuntun pelan-pelan. .pokoknya segala macam cara agar bisa melewati sungai tsb.ada yang buka sepatu tetapi banyak yang tetap dipakaikemudian
disambut trek tanjakan yang aduhai tingginya dan tidak bisa digowes jadi ttb lagi dengan jarak kira-kira 100 150 Mwih bukan main capeknya euyyang bikin saya terharu team tuan rumah setelah sampai diatas turun lagi untuk mengangkat sepeda ibu-ibuluar biasa benar-benar tuan rumah yang sangat baikselanjutnya dari sini untuk menuju trek aspal masih disuguhi dengan beberapa turunan dan tanjakan setelah sampai ke Trek aspal masih sekitar 6 7 Km lagi menuju Kantor Bupati Serang..Tiba kembali di kantor Bupati Serang sekitar jam 17.00.sebuah perjalanan yang sangat menyenangkan.mendebarkan.menegangkan juga penuh keakraban. Terima kasih tak terhingga atas kebaikan, keramahan dari Team Tuan Rumah SERAM, mereka tidak bubar sebelum
kami semua pulang dari lokasi..bukan main hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan mereka, aminthanks untuk Om Rama yang telah mengkoordinir. .

Rombongan meninggalkan lokasi Kantor Bupati Serang sekitar jam 18.00 dan saya masih sempat beli oleh-oleh buah tangan untuk upeti (Sate Bandeng, Buah Manggis dan Buah Sawo) di warung sebelum masuk Tol.sampai di rumah KP 2 Bekasi jam 20.15..

Demikian laporan pandangan mata gowes ke Cidampit Serang semoga nggak bosan bacanya..tustel saya baterainya bocor sehingga hanya sedikit saya
sempat foto-foto..terlampir sebagian foto yang sempat saya jepret dan foto dari Om Forie, Pak Eppyfoto sendirian akan dikirimkan kealamat email masing-masing.

Salam, Budi Cahyono,


Artikel ini di kirim oleh Mr Budi Cahyono, via Rudy.Sutedja