Cara nencuci sepeda kadang menjadi aneh dan agak kontroversial di dunia sepeda.

Dari pemakaian tisue, sampai air bertekanan membersihkan seluruh bagian sepeda.

Yang mana yang benar, walau kita mungkin melihat kalangan pesepeda profesional. Belum tentu tip dan teknik yang mereka berikan cocok untuk kita.

Misal satu pembalap membersihkan sepeda Specialized Tarmac SL7. Mengunakan air bertekanan, membersihkan bantalan rem, chain ring, dan lainnya.
Semuanya di semprot dan selesai, sepeda sudah bersih.
.


Video pesepeda kelas pro dalam mencuci sepeda ini tidak salah.
Hanya kita perlu ingat, cara seperti itu hanya dilakukan pesepeda profesional. Lalu apa kita tidak dapat mencontoh.
Yang kita lihat hanya tayangan bagian depan saja, sedangkan di belakang kita tidak tahu

Mengunakan air bertekanan membersihkan sepeda itu wajar. Tapi kondisi sepeda yang amat kotor, misal sepeda cycloross yang membutuhkan waktu untuk membersihkan.
Sepeda MTB (sepeda gunung) karena medan yang dilewati relatif berlumpur dan berdebu.

Kebutuhan menyemprot air bertekanan akan lebih cepat membersihkan, termasuk apa yang diajarkan pesepeda kelas profesional.

Namun setelah itu kita tidak tahu apa yang dilakukan oleh tim pembalap profesional, karena mereka memiliki tim pendukung.
Tim mekanik profesional melakukan penyetelan ulang, mengunakan kompresor untuk mengeringkan komponen secepatnya setelah dibersihkan.
Agar mencegah korosi di bagian permukaan.

Tahap kedua, bagian bantalan sepeda misal rem diganti, gear diberikan pelumas atau mungkin langsung diganti.
Suspensi akan diberikan pelumas baru, intinya sepeda kelas profesional, sebagian tampil mendekati sepeda baru.

Ini pendapat mekanik veteran
Sebaliknya, mekanik bengkel veteran tahu betul apa yang terjadi pada sepeda yang telah dicuci dengan tekanan penuh di bagian luar, dan bagian dalam yang dibiarkan tanpa dikeringkan.

Bantalan dan mekanisme di freehub belakang sering kali pertama kali berkarat, braket bawah akan terasa berpasir, bantalan poros suspensi sepeda gunung, bantalan headset yang tertutup rapat (umum pada banyak sepeda baru) akan segera berubah menjadi kecoklatan. Itu terjadi karena komponen yang dipakai bukan kelas anti karat.

Awalnya sepeda terlihat bersih, tapi seiring waktu mulai terasa kasar. Mulai ada tanda tanda seperti kurang pelumas, bila dibiarkan nanti biayanya semakin besar.

Berbeda dengan pembalap profesional, mereka bekerja sebagai pembalap profesional. Produk yang digunakan meliputi beberapa pabrikan.
Usia pakai yang lama bukan bagian penting dari mereka, karena setiap waktu komponen, bahkan satu unit sepeda berganti.
Jadi tim pendukung akan menganti komponen baru, agar kinerja efisien.

Sebagai contoh bila komponen bearing masuk cairan sabun, maka pelumas di dalamnya perlahan akan mengalir keluar.
Pelumas rantai dibagi dalam beberapa jenis, tipe pelumas on road dan off road. Off road lebih tahan terhadap air, tapi pelumas sepeda jalan raya yang umumnya lebih cair. Ketika terkena air hujan saja sudah lepas fungsinya sebagai pelumas rantai.

Beberapa tip mencuci sepeda mengunakan semprotan air bertekanan.
Gunakan pengaturan lebih rendah, hanya untuk membersihkan kotoran.
Jaga jarak tertentu antara nosel dan sepeda, agar air tidak masuk ke komponen.
Tidak fokus menyemprot ke bagian bantalan seperti bearing. Air yang menyerap masuk akan berada disana cukup lama. Misal hindari menyemprot di bagian bearing headset atau bearaing pedal.
Bagian seatpost dan suspensi, jangan langsung mengarah ke bagian clamp atau kunci pengaman. Miringkan arah air dari nosel
Deterjen yang disemprotkan langsung ke bagian komponen sepeda, akan meluruhkan pelumas.
Membersihkan gigi belakang, semprotkan disana pada celah, tapi bikan di bagian rantai.
Keringkan sepeda secepatnya setelah di cuci. Kalangan profesional mengunakan kompresor, mungkin kita cukup mengunakan lap kering.
Ingat, tidak ada komponen sepeda yang tertutup begitu rapat. Hanya beberapa komponen saja memiliki perlindungan dari kotoran dan air..