Berpergian dengan sepeda gunung memang menyenangkan. Melihat pemandangan ke jalan ditepi kota seperti masuk kedalam kampung dengan banyak pohon rindang. Atau masuk ke pinggiran hutan, kebun teh sampai lebih tinggi lagi sampai ke puncak gunung dengan sepeda. Tetapi berkendara dengan sepeda tidak berarti anda bebas dari segala macam hambatan. Perlu dipikirkan medan yang harus dilewati, apakah sekedar jalan tanah sampai jalur berbatu di pinggir gunung. Bisa dibayangkan bila mengalami sesuatu dimana sulit dijumpai orang untuk meminta pertolongan. Khususnya di dearah terpencil yang kemungkinan tidak terjangkaunya signal handphone. Sepeda rusak di tengah jalan, hemm, urusan akan panjang.

Apa saja yang perlu dipersiapkan bila ingin bersepeda ke daerah agak terpencil, dimana anda perlu melakukan tindakan darurat dari pengobatan sampai perbaikan sepeda. Tidak perlu setiap pengendara membawa satu persatu peralatan dibawah ini, tetapi dapat saling berbagi. Minimal setiap group kecil memiliki 1 perangkat, dan 2 ban cadangan untuk satu group pesepeda.

Tools 30%


Tools atau kunci L bagi sepeda gunung adalah perangkat paling penting dan perlu dibawah. Minimal dalam 1 group harus membawa 1 perangkat tersebut. Apa saja yang bisa ditangani oleh alat ini.

Biasanya untuk memperbaiki posisi sadel / tempat duduk.Tidak semua pesepeda pernah mengalami hal yang satu ini. Tetapi beberapa pesepeda baru dimana mulai mencocokkan posisi sadel dan perlu perangkat kunci L. Fungsi untuk memperbaiki posisi maju mundur sadel atau posisi sadel ternyata berubah karena harus menahan penunggangnya. Juga bagi mereka yang mengunakan frame carbon. Umumnya frame carbon mengunakan kunci L untuk mengencangkan tiang sadel (seatclamp) atau seatpost. Hal ini diperlukan bagi pemilik frame carbon agar selalu membawa kunci L bila berkendara sepeda di jalur pengunungan yang naik turun. Lupa menurunkan sadel ketika menuruni jalan curam, bersiap saja terlempar dari sepeda.

Tools kunci L juga berguna untuk memperbaiki posisi caliber discbrake atau bergeser ditengah jalan. Alat ini juga membantu bagi mereka yang mengunakan jenis rem hidrolik. Ketika membawa sepeda dengan ban terlepas dikendaraan, bisa saja tuas rem tertekan secara tidak sengaja. Hal ini membuat bagian brakepad menutup. Kunci dengan obeng minus diperlukan untuk membuka brakepad yang menjepit. Bila tidak ingin hal ini terjadi, sebaiknya menganjal bagian rem hidrolik dengan plastik khusus untuk rem hidrolik. Atau memasukan uang logam kecil untuk menganjal brakepad.

Tool juga berguna untuk mengencangkan baut stem sepeda. Sepeda yang terlihat baik dijalan raya, belum tentu baik bila dibawah ke jalan kasar. Posisi stem biasanya baru berubah ketika sepeda diajak kejalan berbatu. Stem bisa saja kendor dan merosot, dan bergeser karena getaran dari shock sepeda. Bisa dibayangkan bila didalam perjalanan, ternyata posisi stem menjadi kendor membuat stang anda miring.




Ban dan pompa ban 100%


Ban bocor paling sering terjadi. Dari pengalaman kami bersama rekan rekan lain, selalu mengalami ban bocor dalam melakukan perjanan. Apakah melintas dengan sepeda di jalur pengunungan atau dijalan biasa. Persentase sekitar 25%, dan bisa dialami oleh siapa saja. Baik jalur berbatu, jalan tanah sampai dijalan raya terkadang membuat ban dalam bocor.

Hal yang sering terjadi adalah jalur berbatu, umumnya ban mengalami snake bit, atau bocor secara tiba tiba tanpa ada bekas tusukan dari luar seperti paku, beling sampai bekas kayu runcing. Kejadian yang sering terjadi biasanya pada pertengahan jalan sampai hampir pulang.

Kejadian ban bocor akibat snake bite sebenarnya bisa ditanggulangi dengan mengukur tekanan ban tidak terlalu rendah, dan melindungi velg / rim sepeda dengan rim tape. Tidak peduli sebagus apa sepeda anda, sehebat apa persiapan anda. Ban bocor bisa terjadi, bahkan berulang kali terjadi bila kondisi rim dan tekanan ban bermasalah.


Jangan pernah mengira bocornya ban dari sisi luar hanya disebabkan oleh benda tajam. Dari pengalaman kami, ban bocor sering disebabkan benda yang sangat kecil, bahkan dari cacat ban luar dapat merusak ban dalam. Beberapa penyebab ban bocor dari sisi luar

Beling / kaca, pecahan kaca mobil dijalan bisa menusuk ban sepeda dan menyebabkan bocorya ban dalam. Sekecil apapun bentuknya, beling atau kaca sangat tajam. Dengan mudah menyusup walaupun bentuknya hanya seukuran ujung jarum. Bila sudah masuk kedalam ban luar dan bersembunyi diantara kulit ban luar. Hal tersebut semakin sulit menemukan dimana penyebab kebocoran dari ban dalam sepeda.

Benda logam , seperti paku kecil, kawat atau potongan kayu yang keras bisa menyebabkan kebocoran ban. Tidak peduli seberapa kecil benda yang terlintas oleh ban sepeda, bila berhasil masuk ke kulit ban luar , selanjutnya akan masuk dan terus mengores ban dalam. Hasilnya pasti ban dalam akan bocor

Mutu ban (ban cacat), bisa menjadi penyebab ban bocor. Ban dalam tipis akan membuat ban mudah bocor. Demikian juga serat pada ban luar yang tidak sempurna, misalnya sering digunakan dimedan berat. Serat ban dapat sobek atau putus. Sekecil apapun benang ban luar yang rusak, bila sudah naik akan mengores ban dalam. Tetapi kejadian yang satu ini agak jarang terjadi dibandingkan ban bocor karena dampak snake bite atau sisi dari luar.

Dari sisi ban dalam. Tekanan ban terlalu rendah bisa mengakibatkan kebocoran. Ketahanan dari mutu ban dalam terkadang bocor akibat tidak tahan menghadapi benturan di lintasan. Lubang pada jari jari pada velg / rim sepeda, bisa mengores ban dan membuat lubang sangat kecil

Mengapa ban luar sepeda sangat rentan terhadap tusukan benda kecil. Alasannya sederhana, ban sepeda bukanlah ban mobil dengan lapisan kulit yang tebal. Ban sepeda seperti jenis ban lipat / folding dibuat sangat ringan dan tipis. Untuk menangulagi hal ini, pastikan membawa ban dalam cadangan dengan pompa. Karena kejadian ban bocor selama perjalanan sering terjadi.


Pastikan sebelum memasang ban dalam cadangan, dengan memeriksa dinding ban luar di sisi dalam. Terkadang anda tidak bisa menemukan apa penyebab kebocoran pada ban dalam. Dengan meraba bagian dinding dalam, memungkinkan ada benda kecil yang menusuk ban dalam bisa ditemukan. Bila anda lupa memeriksa, dan masih ada benda tajam yang tertinggal didalam. Dijamin ban baru akan kempes kembali.

Bila tidak menemukan sumber penyebab, usahakan bawa pulang ban dalam yang bocor. Dan periksa ulang ban bocor anda lalu dicelupkan ke bak air. Cari dimana titik terjadinya kebocoran, dan menyamakan posisi titik pada bagian yang bocor pada bagian ban luar serta velg / rim sepeda dan ban luar. Terkadang penyebab ban bocor akibat benda tajam bisa menyusup kedalam ban luar, ketika diperiksa ternyata tidak ditemukan sumber penyebab kebocoran. Dengan memeriksa ulang, diharapkan anda dapat menemukan posisi dari benda tajam yang tersembunyi.


Ban luar tipis memang enak ?, resikonya. 95%

Ban luar yang ringan dan tipis memang nyaman digunakan. Tetapi terlalu tipis bisa membawa bencana. Ini cerita dari seorang rekan mengunakan ban luar jenis race, beratnya lebih rendah 150g dibandingkan ban sejenis. Memang ringan, dalam kondisi medan normal sangat nyaman. Nyatanya baru digunakan 1 kali memasuki medan XC, ban mengalami kebocoran 2 kali. Mengunakan ban yang tipis dan ringan memang membuat nyaman. Tetapi bisa dibayangkan ban dalam seperti tidak terlindungi oleh ban luar. Kecuali anda ingin menikmati ringannya ban sepeda anda, dengan membawa 1 lusin ban dalam sebagai cadangan.

Jangan terpengaruh dengan kemampuan sebuah ban luar sepeda yang ringan. Pilih yang bermutu baik, tidak perlu terlalu ringan, yang penting aman bagi anda.

Membawa makanan dan minuman, tetap penting. 75%

Bersepeda berjam jam, bahkan melewati jam makan biasa akan bermasalah bagi mereka yang memiliki penyakit pada pencernaan. Tetapi bukan berarti anda harus membawa makanan banyak dan memakan seperti biasa selama perjalanan. Perut akan terguncang oleh makanan didalam perut, kenyang didapat tetapi mual bisa menjadi masalah bagi sebagian orang. Boleh saja membawa makanan ringan tetapi tidak terlalu banyak. Ada saran terbaik, bawalah makanan seperti agar agar atau gel. Karena cairan gel akan terserap oleh tubuh. Atau makanan berserat dalam bentuk bar, banyak dijual di toko swalayan.
Buat mereka yang berkeringat lebih memang disarankan membawa air lebih banyak. Tetapi perlu diperhitungkan beban yang dibawah. Tanyakan rute perjalanan, apakah akan menemui warung atau penjual air. Membawa cadangan air terlalu banyak akan menambah beban dalam berkendara. Bahkan membuat pengendara limbung selama perjalanan. Bawa saja air secukupnya, sesuai kebutuhan.



Peralatan P3K 10%

  • Perlatan P3K seperti obat merah, spray anti kram, plester untuk luka perlu dibawa.
  • Kejadian pengendara terjatuh atau sekedar tergores oleh ranting pohon biasanya dapat menimbulkan luka. Baik luka ringan maupun cukup besar perlu ditangani secara serius.
  • Kejadian dari kaki kram paling sering terlihat. Khususnya menghadapi jalur tanjakan dan pesepeda terus memaksakan untuk mengenjot. Ada baiknya membawa spray anti kram dan disemprotkan dilakukan ketika pesepeda mulai terasa akan mengalami kram . Jangan menunggu sampai terjadinya kram pada kaki, karena tidak terlalu efektif. Usahakan ketika timbul gejala dan langsung ditangani secepatnya. Istirahat secepatnya dan minta bantuan dari teman teman anda agar memperlambat perjalanan.
  • Mulas mendadak selama perjalanan. Nah ini dia kebiasaan yang sering terjadi. Antisipasinya sangat mudah,  bawalah tissue basah atau kertas tissue toilet cukup banyak. Bila keadaan sudah mendesak, carilah tempat air mengalir dan bersembunyi lalu pop disana.
  • Saat ini banyak perlengkapan medik modern, seperti produk spray gel yang dapat melindungi luka. Lebih praktis dibanding plester atau obat merah. Harganya relatif lebih mahal, tetapi sangat efisien.

Peralatan GPS 5%

Anda tertinggal atau terlalu maju kedepan, sementara anda kurang mengetahui jalur yang akan dilewati lalu nyasar. Perangkat GPS sangat baik bila anda tersesat, atau lepas dari rombongan.
Memanfaatkan smartphone sebagai penunjuk arah juga diperbolehkan. Tetapi mengunakan smartphone seperti Android memiliki kelemahan dibanding GPS portable. Receiver satelit lebih lemah, khususnya medan tertutup pohon atau ketika cuaca mendung. Biasanya signal satelit sulit diterima oleh smartphone, dan baterai smartphone lebih boros dibanding GPS portable. Gunakan smartphone hanya dalam kondisi mendesak dengan mengaktifkan penerima signal GPS.
Perangkat GPS untuk Android dapat mengunakan aplikasi navigasi seperti MyTrails