Movie and Sound Expert,








Setelah melewati pemandangan indah dari Gunung Salak, akhirnya sampai di puncak
atas rute yang kami lewati. Yaitu pasar dan terminal angkot. Disana banyak warung
yang menjual makanan dan minuman. Tetapi jangan berharap ada minuman dingin
yang keluar dari Fresher. Hanya ada 1 warung yang menjual minuman dingin, ketika
masuk pertigaan, dan warung tersebut langsung berhadapan dengan jalan turun.
Dari pertigaan tersebut kami sempat beristirahat selama 15menit, dan meneruskan
perjalanan dengan mengambil arah kiri .
Begitu melewati pasar kecil, pada perjalanan langsung berhadapan turunan sangat
curam. Sebaiknya cukup berhati hati pada turunan tersebut, mengingat kecepatan
sepeda akan meningkat dan jalan langsung memotong ke arah kiri lembah lalu kembali
naik, diikuti tanjakan curam.
Hanya 5 menit dari pertigaan akhirnya kami tiba di tempat Curug Luhur. Sebuah
tempat yang cukup indah (menurut kami), dan dilengkapi dengan kolam renang.
Sekitar jam 5:40 kami masuk kedalam dengan membayar karcis.


Selesai memuaskan diri melihat air terjun sampai membawa sepeda sampai ke kolam
besar dibawahnya. Kami kembali setelah jam 6 sore.
Suasana jalan sudah gelap, tetapi sudah dipersiapkan lampu sepeda. Perjalanan
kembali dari air terjun Curug Luhur dalam kondisi sore menjadi tantangan baru
bagi kami. Karena hanya beberapa pengendara sepeda motor dan mobil yang berlalu
lalang untuk membantu penerangan di jalan.
Bagian paling menarik adalah kepuasan ketika menempuh turunnya jalan aspal.
Bisa dikatakan tidak perlu mengenjot sampai 70 persen titik atas Curug Luhur.
Pada catatan GPS menunjukan kecepatan 44km sebagai top speed. Sayangnya banyak
sekali polisi tidur yang dibuat penduduk memang menganggu lajunya sepeda kami.
Tip untuk rute Cinangneng ke Curug Luhur.