Sukabumi yang terletak kurang lebih di selatan-tenggara Jakarta dan kalau ditarik garis lurus dari pusat kota kepusat kota berjarak 115 km adalah kota beriklim sejuk dan mempunyai kontur berbukit-bukit didalam kotanya, dengan ketinggian lebih dari 600 meter dari permukaan laut.

Pada tahun 1914, pemerintah Hindia Belanda menjadikan kota Sukabumi sebagai Burgerlijk Bestuur dengan status Gemeente dengan alasan bahwa di kota ini banyak berdiam orang-orang Belanda dan Eropa pemilik perkebunan-perkebunan yang berada di daerah Kabupaten Sukabumi bagian selatan yang harus mendapatkan pengurusan dan pelayanan yang istimewa.

Kota ini juga dikenal sebagai kota pendidikan polisi, karena Akademi Polisi yang saat ini bertempat di Semarang Jawa Tengah dulunya sempat berpusat di Sukamuni, yang saat ini berubah menjadi SELAPA (Sekolah Lanjutan Polri). Khusus untuk penggemar sepeda dari kota ini terkenal nama Hendrik Brooks yang kemudian berganti nama menjadi Hendra Gunawan; seorang keturunan Jerman – Belanda yang sempat mengharumkan dunia persepedaan di Indonesia era lomba Tour d’Java pertama dan kedua tahun 1958/59 sampai dengan Asian Games 1962 di Jakarta.

Saya ingin mencoba menembuh jalur Bekasi (Jatiasih) ke Sukabumi setelah berhasil melewati track Bekasi – Bandung akhir Desember yang lalu. Persiapan dilakukan dari 2 bulan lalu, dimulai persiapan pertama yakni dengan melakukan survey jarak rute yang akan dilewati, lokasi perkiraan tempat perhentian sementara, kontur trip yang akan dilalui dan tentu akomodasi pada saat tiba di Sukabumi.  Perbandingan survey dilakukan dengan membandingkan hasil searching di google map, dan didapatkan angka antara 105-110 km untuk jarak yang akan ditempuh dari Jatiasih menuju alun-alun Sukabumi sebagai patokan finish trip kali ini.

Persiapan kedua tentunya fisik, mencoba menempuh jarak 50 km pulang pergi dari Bandung sampai Tangkuban Perahu ditambah latihan fisik dirumah setiap pagi sebelum berangkat ke kantor. Pengalaman menjelajah lebih dari 100km sehari yakni pada rute Bekasi – Bogor pp, Bekasi – Cariu pp dan terakhir Bekasi – Bandung tentu membuat lebih percaya diri mampu menjangkau kota Sukabumi dengan sepeda.

Persiapan ketiga tentu sepeda yang akan digunakan beserta perlengkapan tambahan berupa pompa ban, 2 buah ban dalam serep sebagai cadangan, kunci-kunci, vitamin dan obat-obatan pribadi, perlengkapan mandi dan perlengkapan sholat tentunya selain makanan dan minuman berenergi secukupnya. Pemilihan sepeda tentunya diputuskan menggunakan Hard Tail mengingat kondisi jalan on road dan banyak tanjakan yang cukup menguras tenaga. Kali ini saya menggunakan sepeda Hard Tail Giant ATX 7 yang saya panggil sebagai “Black Cobra”, dengan menggunakan ban Maxxis Ignitor 26x1.95. Cranck menggunakan Shimano XT, demikian pula FD, RD, Rantai, Shifter dan Cassete menggunakan merek dan type yang sama yakni Shimano XT. Untuk rem masih menggunakan Shimano non series hydraulic brake dengan rotor Bengal 180mm (7 inch).

Etappe 1 : Bekasi - Bogor
Cuaca cerah tanpa awan ketika roda Black Cobra menyentuh aspal depan rumah tepat pukul 06.00 pagi, Jum’at 2 April 2010. Dari Jatiasih rute yang dilalui melewati Jalan Raya Hankam yang tembus melintasi Trans Yogi dan ambil lurus arah Cibinong… Tak disangka ketika melewati Jalan Raya Hankam sebelum Trans Yogi tiba-tiba ada yang menegur dengan suara cukup keras dikanan saya, “Selamat pagi pak…, apa kabar…????” Sontak saya menoleh kekanan dan tampak seorang bule totok dengan sepeda Specialized full suspension (saya lupa typenya) tersenyum hangat kearah saya.

“Bapak mau kemana….???” sapanya dengan ramah menggunakan bahasa Indonesia yang sangat bagus, mungkin karena melihat perlengkapan saya bukan seperti bersepeda jarak dekat dengan ‘gembolan’ ransel dengan berat hampir mencapai 4 kg dipunggung saya ditambah tas pinggang untuk menyimpan dompet, HP dan Blackberry serta kamera.  “Ooh…, saya hendak pergi ke Sukabumi pak…., bapak hendak kemana….???” jawab saya sambil menoleh dan memperhatikan si bule yang ternyata membawa ransel lebih besar juga dipunggungnya

“Saya mau ke Bali pak, hari ini tujuan saya ke Bandung dulu….!!!” Jawab si Bule tenang… Tiba-tiba ingatan saya melayang ke bulan February saat ketemu dengan Mr. Garry dari Nokia Indonesia di Rindu Alam; yang saat itu beliau cerita mau sepedaan sampai ke Bali dari Jakarta dalam waktu 14 hari..!!! Wah, ini dia nich orangnya pikir saya sambil langsung menyapanya lagi “Sorry, apa betul anda Mr. Garry dari Nokia Indonesia…??, Kalau iya saya Henry yang ketemu dengan anda di Rindu Alam beberapa bulan yang lalu…..” sapa saya dengan hangat… “Oh iya, saya ingat Pak Henry…., anda bertemu dengan saya bersama beberapa teman anda dan saya sendiri saat itu…..!!!!” ha ha ha ha……….. berbarengan kami tertawa terbahak, sempat kecut dan malu juga karena saya ingat a waktu ketemu dulu itu pas kebetulan group saya lagi pake joki di Ngehe 2 dan si bule ketawa waktu lihat kita panik karena sepeda tidak datang-datang walau sudah ditunggu lebih dari 1 jam…

Sungguh pertemuan yang sangat unik dan tidak direncanakan sebelumnya…, setelah sempat bercerita pengalaman masing-masing beberapa saat kami berjumpa sebelum bertemu dengan perempatan jalan raya Hankam dengan jalan Trans Yogi. Disinilah kami berpisah karena Mr. Garry belok kekiri arah Cileungsi – Jonggol – Cariu – Padalarang – Bandung; sementara saya menyebrang Trans Yogi karena mengarah ke Cibinong dengan melewati jalan perkampungan. Sampai jumpa Mr. Garry, have a nice and safety trip….


Picture 1 : Kenangan beberapa bulan lalu saat bertemu dengan Mr.Garry di track Rindu Alam.