Goesbike.com News Archive Bike Cyclist Adventure Photo Digital GPS Media - http://www.goesbike.com
Travel Mountain Bike Hutan Cidampit Serang
http://www.goesbike.com/articles/529/1/Travel-Mountain-Bike-Hutan-Cidampit-Serang/Page1.html
Henry Pangemanan
 
By Henry Pangemanan
Published on 16 April 2010
 
Rute sepeda dari Serang Jawa Barat, Pabuaran sampai Hutan Cidampit. Total 57.5km, berada di ketinggian 50 m sampai 330 m.

Jalur sepeda Hutan Cidampit
Track terkenal ini kami sudah dengar dari lama dan juga baca di websitenya team SerAM (Serang All Mountain); terkenal dengan nama Track Rumah Hutan Cidampit. Selain itu sambal honje serta menu khusus yang dimasak ditengah hutan khas team SerAM adalah daya tarik tersendiri yang benar-benar membuat kami penasaran datang gowes kesini.

Akhirnya cita-cita sejak beberapa bulan lalu terkabul pada Sabtu, 10 April 2010 yang lalu. Sepuluh orang anggota berangkat dari Jakarta yang merupakan gabungan dari team Esia Gowes sebagai pemrakarsa perjalanan, Telkom Jakarta, Bike to Eat, H4 Community dan perorangan yang diajak oleh panita Jakarta yakni team Esia Gowes. Total yang kumpul pagi yang cerah di Kantor Bupati Serang sabtu pagi pukul 07.30 itu adalah Om Tito, Om Tommy, Om Nanang Handoko, Om Yopi, Om Ludi, Om Boyke, Om Andy, Om Maludin, Om Budi Susila dari Telkom Medan dan saya sendiri mewakili goesbikers (www.goesbike.com).

Dari team Seram (Serang All Mountain) yang menjadi pemandu kali ini adalah Om Dede, kemudian anggotanya Om Wawan yang jago masak, Om Wawi yang harus ada keperluan pagi dulu ditempat kerjanya dan kemudian nyusul, Ayah, Om Adhe, Om Abdul dan Mas Salman; junior Seram yang baru selesai Ujian Nasional kelas 3 SMA tahun ini.

Kolaborasi dan regenerasi yang cukup bagus karena pengamatan kami selama ini sebagaian besar anggota klub-klub sepeda adalah orang dewasa, dan masih jarang ditemukan gowesers usia kuliahan atau SMA disbanding para senior-seniornya.

Photo persiapan di Pendopo Kantor Bupati Serang :




Etappe 1
Rute track kali ini cuma dibuat 2 Etappe, yakni dari Serang – Pabuaran sampai di Rumah Hutan Cidampit dan pulangnya dari Cidampit kembali kekantor Bupati Serang.

Rute total menurut jarak didata GPS yang kami miliki mempunyai panjang sekitar 57,5 km, dan perbedaan kontur mulai dari ketinggian antara 50 meter dari permulaan laut sampai kurang lebih 330 meter dari permukaan laut.





Mengingat waktu sudah agak siang dan matahari sudah mulai tinggi ketika semua anggota kumpul yakni sekitar pukul 08.00; maka oleh panitia lokal diputuskan untuk skip sebagian jalan awal yang melalui On Road dengan loading sepeda kedalam 2 truk Dalmas Pemkot Serang untuk dibawa ketepian hutan tempat real start dilakukan.

Kurang lebih 30 menitan kami terguncang-guncang ditengah Truk Dalmas seperti pedagang baru kena razia, maka tibalah kami di lokasi real start ditepian salah satu bukit yang siap menerima para tamu gowesers. Tak lupa kami berdoa sebelum melaksanakan trip ini dan penjelasan singkat dari Om Dede sebagai Road Captain dan empunya track. Kami jgua mendengar cerita kalau track ini dibuka pertama kali oleh Om Wawan yang juga merupakan juru masak handal dari team SerAM.

Selepas doa dan pengarahan segera kami mengambil tunggangan masing-masing dan mulai menggowes dengan cepat. Waktu 15-20 menit pertama masih berupa turunan melewati jalan aspal halus dan lanjut aspal lepas masuk didaerah perkampungan. Para jagoan on road segera lepas sampai hanya kelihatan serupa titik dipandangan mata saking jauhnya dengan rombongan yang dibelakangnya. Baru setelah itu kami belok kiri masuk kearah jalan ditengah perkebunan karet yang merupakan campuran tanah, kerikil dan beberapa lumpur becek yang cukup mengganggu. Jalanan naik terus selam lebih kurang 45 menit sehingga rumus dasar yang kami yakini terbukti lagi disini….” Jangan terlalu senang dengan turunan karena setelah itu pasti ada tanjakan……, Jangan bermuram durja dan mengeluh kala menghadapi tanjakan, karena setelah itu pasti akan ada turunan menanti..!!”   Masalahnya disini…, turunannya maannnnnaaaaaa……???? He he he…… Rombongan sduah menyatu lagi saat tanjakan dilalui dengan napas satu dua..



Setelah tanjakan ini masih ada tanjakan dan turunan lagi kurang lebih 10-15 km mengikuti kontur bukit diselingi dengan obstacles pohon karet dimana kami bisa bermain perosotan sambil zig zag menghindar dari hadangan pohon karet dan akar-akar besar yang menghalangi tepat didepan kami. Teriakan liar mulai bermunculan dari para gowesers karena beberapa drop off juga menjadi bonus untuk yang mempunyai nyali lebih… Tidak terlalu tinggi tetapi cukup membuat adrenalin mengalir dengan deras pada saat kedua roda tidak menyentuh tanah…. Waaaaaw……………….!!!!! Tidak percaya track ini membutuhkan skill yang tinggi….????? Belum 15 menit kami main perosotan diselingi zig zag mengindari pohon karet tiba-tiba jalan mendaki lagi kearah kanan dan pemandu sekaligus Road Captain kami Pak Dede sudah menanti tepat didepan tanjakan yang harus dihadapi setelah turunan cukup panjang. Di helm pelindung Om Dede ada potongan daun cukup panjang sebanyak 2 buah, satu menjulur kekiri dan satu kekanan…..; tentu kami pikir ini hiasan, lucu-lucuan atau pertanda bahwa tidak boleh melewati Road Captain dihutan itu untuk menghindari kesasar. Ternyata setelah diperhatikan lebih baik, jersey dan celana dari Om Dede belepotan Lumpur dan beliau cerita baru saja jatuh tanpa sadar bahwa karena jatuhnya disemak-semak mengakibatkan 2 daun cukup panjang menempel dihelem beliau tanpa disadari sebelum kami ingatkan….. hua ha ha ha ha…… Untung team Jakarta masih hati-hati dan tidak mengumbar full speed dihutan ini….., gak kebayang kalo pada gowes abis-abisan pasti lebih parah kalau jatuh dibanding yang empunya track… Kira-kira waktu menunjukkan pukul 11.30 siang kami kembali betemu jalan raya beraspal yang harus kami lintasi. Sempat berhenti sejenak mengisi perbekalan yang sudah mulai menyusut sambil cerita-cerita seru menceritakan lompat dan zigzag ditengah kebun teh….. Luar biasa………….

Etappe 1


Setelah beristirahat lebih kurang 15 menit kembali kami bersiap jalan, ternyata ada hambatan kecil, om Tito remnya macet setelah terlalu panas dipake dihutan karet…., kesimpulan teman-teman singkat saja…; Pelajaran pertama Cidampit…., Jangan terlalu banyak menggunakan rem ketika turunan…….!!!!! He he he………..
Ternyata selain Om Tito dan Om Dede, mas Salman si Junior Seram juga sempat potong 2 mata rantai karena terlipat dan bengkok pada saat jatuh di hutan karet sebelum warung.

Melihat GPS jarak tidak sampai 5 km dari istirahat diwarung ini untuk mencapai finish etappe pertama di Rumah Hutan Cidampit. Tetapi ternyata Queen of the Battle alias Induk dari peperangan track Cidampit ada disini. Akar akar pohon mulai semakin besar menghadang, tanjakan curam langsung turun, nanjak lagi langsung turun…demikian berulangkali disertai panasnya udara benar-benar menguras tenaga para gowesers…. Perkiraan tiba di Rumah Hutan Cidampit sekitar 15-20 menit dari warung terakhir ternyata molor menjadi 45 menit karena disertai beberapa kali istirahat ditengah hutan. Tetapi perlu dicatat, rute ini memang betul-betul perlu persiapan fisik, mental dan skill karena gabungan dari semua rute yang pernah kami lewati selama ini; termasuk menurut beberapa diantara kami lebih berat dari rute Papandayan – Ciwidey…..!!!!

Tepat pukul 12.30 siang dibalah kami di finish etappe 1; Rumah Hutan Cidampit…!!! Apa yang disebut Rumah Hutan Cidampit ini adalah beberapa bangunan kayu dan bambu beratap rumbia yang berbentuk rumah panggung. Ada 2 rumah induk yang bisa dijadikan tempat berteduh dari panas bumi Serang yang membara ataupun dikala musim hujan, ditambah beberapa rumah yang ditempati penduduk serta lumbung padi terbuka dimana kami bisa melihat padi menguning yang digantung terbuka dalam lumbung tersebut dan hanya dibatasi oleh kasa tembus pandang dan udara.

Ketika kami tiba langsung disambut oleh pak Wawan dan sebagian penduduk yang memang sudah menyiapkan menu special untuk makan siang kami. Apa itu…?????? HHmmmmmmmmhhhh, satu kuali besar sedang bergolak air didalamnya yang ternyata berisi ikan kue’ yang akan disajikan dalam bentuk sop ikan. Kemudian cobek/ulekan besar berisi sambal berwarna merah muda (lebih tepatnya orange) yang dinamakan sambal honje karena ada campuran buah honjenya, lalapan daun singkong dan kerupuk ikan yang sangat menggugah selera para gowesers siang itu serta belasan kelapa muda siap minum. Sempat saya lirik tempat bumbu masaknya, ternyata untuk adonan itu bumbu-bumbunya semua alami, termasuk menggunakan minyak zaitun murni sebagai salah satu ramuannya. Yummmmmy……….

Sampai saat ini tidak pernah habisnya kami bicara mengenai kelezatan sop ikan, sambel honje dan lalapan yang disediakan oleh team SerAM…..

Suasana masak memasak ditengah hutan dengan Om Wawan sebagai chefnya :







Suasana Rumah Hutan Cidampit beserta photo all gowesers








Etappe 2
Setelah memuaskan rasa dahaga dan lapar dengan special menu team SerAM maka tibalah saat kami kembali ke kota Serang sebagai finish acara hari ini. Track kembali jangan dikira sudah mudah seperti track-track lainnya.

Kami start pukul 14.30 dan tiba di Kantor Bupati Serang tepat pukul 17.00. Sepanjang jalan masih banyak bonus tanjakan sebelum turunan, melewati hamparan sawah dan padi yang menguning, bukit rindang dengan single track berupa tebing akar, mini down hill dengan tebing dikanan dan jurang lebih dari 10 meter dikir jalan adalah beberapa handicap yang kami harus lalui sore itu termasuk penyebrangan basah sungai Banten sebelum tiba di Serang kota kembali. Mengamati dengan baik rute kontur by GPS diatas akan bsia terlihat bahwa medan berangkat dan pulang sebenarnya mempunyai handicap yang hampis sama, meskipun dalam praktek tentu saaat pulang semangat lebih besar daripada berangkat karena sudah terbayang keluarga dirumah yang menanti kita….. he he he…….

Tetapi jangan putus asa dulu, ada lagi kejutan yang kami dapat pada saat rute pulang ini, yakni Coffee Break ditepian Sungai Banten dengan Kopi Panas disertai Pisang Bakar masak madu dan angkak…… Rasanya luar biasa gurih, manis, dan hangat diperut menjadi satu….. Bravo Om Wawan dan Team SerAM….. Benar-benar luar biasa….









Akhir kata kami ucapkan terima kasih sekali lagi untuk host teman-teman dari Serang All Mountain, Komunitas Esia Gowes, Telcom Bikers Jakarta dan Serang, H4 Community, Bike to Eat dan Om Boyke selaku photographer…

Sampai ketemu dipetualangan berikut….