Track terkenal ini kami sudah dengar dari lama dan juga baca di websitenya team SerAM (Serang All Mountain); terkenal dengan nama Track Rumah Hutan Cidampit. Selain itu sambal honje serta menu khusus yang dimasak ditengah hutan khas team SerAM adalah daya tarik tersendiri yang benar-benar membuat kami penasaran datang gowes kesini.
Akhirnya cita-cita sejak beberapa bulan lalu terkabul pada Sabtu, 10 April 2010 yang lalu. Sepuluh orang anggota berangkat dari Jakarta yang merupakan gabungan dari team Esia Gowes sebagai pemrakarsa perjalanan, Telkom Jakarta, Bike to Eat, H4 Community dan perorangan yang diajak oleh panita Jakarta yakni team Esia Gowes. Total yang kumpul pagi yang cerah di Kantor Bupati Serang sabtu pagi pukul 07.30 itu adalah Om Tito, Om Tommy, Om Nanang Handoko, Om Yopi, Om Ludi, Om Boyke, Om Andy, Om Maludin, Om Budi Susila dari Telkom Medan dan saya sendiri mewakili goesbikers (www.goesbike.com).
Dari team Seram (Serang All Mountain) yang menjadi pemandu kali ini adalah Om Dede, kemudian anggotanya Om Wawan yang jago masak, Om Wawi yang harus ada keperluan pagi dulu ditempat kerjanya dan kemudian nyusul, Ayah, Om Adhe, Om Abdul dan Mas Salman; junior Seram yang baru selesai Ujian Nasional kelas 3 SMA tahun ini.
Kolaborasi dan regenerasi yang cukup bagus karena pengamatan kami selama ini sebagaian besar anggota klub-klub sepeda adalah orang dewasa, dan masih jarang ditemukan gowesers usia kuliahan atau SMA disbanding para senior-seniornya.
Photo persiapan di Pendopo Kantor Bupati Serang :
Etappe 1Rute track kali ini cuma dibuat 2 Etappe, yakni dari Serang – Pabuaran sampai di Rumah Hutan Cidampit dan pulangnya dari Cidampit kembali kekantor Bupati Serang.
Rute total menurut jarak didata GPS yang kami miliki mempunyai panjang sekitar 57,5 km, dan perbedaan kontur mulai dari ketinggian antara 50 meter dari permulaan laut sampai kurang lebih 330 meter dari permukaan laut.
Mengingat waktu sudah agak siang dan matahari sudah mulai tinggi ketika semua anggota kumpul yakni sekitar pukul 08.00; maka oleh panitia lokal diputuskan untuk skip sebagian jalan awal yang melalui On Road dengan loading sepeda kedalam 2 truk Dalmas Pemkot Serang untuk dibawa ketepian hutan tempat real start dilakukan.
Kurang lebih 30 menitan kami terguncang-guncang ditengah Truk Dalmas seperti pedagang baru kena razia, maka tibalah kami di lokasi real start ditepian salah satu bukit yang siap menerima para tamu gowesers. Tak lupa kami berdoa sebelum melaksanakan trip ini dan penjelasan singkat dari Om Dede sebagai Road Captain dan empunya track. Kami jgua mendengar cerita kalau track ini dibuka pertama kali oleh Om Wawan yang juga merupakan juru masak handal dari team SerAM.
Selepas doa dan pengarahan segera kami mengambil tunggangan masing-masing dan mulai menggowes dengan cepat. Waktu 15-20 menit pertama masih berupa turunan melewati jalan aspal halus dan lanjut aspal lepas masuk didaerah perkampungan. Para jagoan on road segera lepas sampai hanya kelihatan serupa titik dipandangan mata saking jauhnya dengan rombongan yang dibelakangnya. Baru setelah itu kami belok kiri masuk kearah jalan ditengah perkebunan karet yang merupakan campuran tanah, kerikil dan beberapa lumpur becek yang cukup mengganggu. Jalanan naik terus selam lebih kurang 45 menit sehingga rumus dasar yang kami yakini terbukti lagi disini….” Jangan terlalu senang dengan turunan karena setelah itu pasti ada tanjakan……, Jangan bermuram durja dan mengeluh kala menghadapi tanjakan, karena setelah itu pasti akan ada turunan menanti..!!” Masalahnya disini…, turunannya maannnnnaaaaaa……???? He he he…… Rombongan sduah menyatu lagi saat tanjakan dilalui dengan napas satu dua..

Setelah tanjakan ini masih ada tanjakan dan turunan lagi kurang lebih 10-15 km mengikuti kontur bukit diselingi dengan obstacles pohon karet dimana kami bisa bermain perosotan sambil zig zag menghindar dari hadangan pohon karet dan akar-akar besar yang menghalangi tepat didepan kami. Teriakan liar mulai bermunculan dari para gowesers karena beberapa drop off juga menjadi bonus untuk yang mempunyai nyali lebih… Tidak terlalu tinggi tetapi cukup membuat adrenalin mengalir dengan deras pada saat kedua roda tidak menyentuh tanah…. Waaaaaw……………….!!!!!
Tidak percaya track ini membutuhkan skill yang tinggi….????? Belum 15 menit kami main perosotan diselingi zig zag mengindari pohon karet tiba-tiba jalan mendaki lagi kearah kanan dan pemandu sekaligus Road Captain kami Pak Dede sudah menanti tepat didepan tanjakan yang harus dihadapi setelah turunan cukup panjang. Di helm pelindung Om Dede ada potongan daun cukup panjang sebanyak 2 buah, satu menjulur kekiri dan satu kekanan…..; tentu kami pikir ini hiasan, lucu-lucuan atau pertanda bahwa tidak boleh melewati Road Captain dihutan itu untuk menghindari kesasar. Ternyata setelah diperhatikan lebih baik, jersey dan celana dari Om Dede belepotan Lumpur dan beliau cerita baru saja jatuh tanpa sadar bahwa karena jatuhnya disemak-semak mengakibatkan 2 daun cukup panjang menempel dihelem beliau tanpa disadari sebelum kami ingatkan….. hua ha ha ha ha…… Untung team Jakarta masih hati-hati dan tidak mengumbar full speed dihutan ini….., gak kebayang kalo pada gowes abis-abisan pasti lebih parah kalau jatuh dibanding yang empunya track…
Kira-kira waktu menunjukkan pukul 11.30 siang kami kembali betemu jalan raya beraspal yang harus kami lintasi. Sempat berhenti sejenak mengisi perbekalan yang sudah mulai menyusut sambil cerita-cerita seru menceritakan lompat dan zigzag ditengah kebun teh….. Luar biasa………….