Tentu anda pernah mengingat bahwa pentil sepeda pada 25 tahun lalu bukan berbentuk seperti pentil sekarang ini.

Bentuk pentil sepeda model lama lebih repot, mengunakan karet yang disusupkan kedalam lubang pentil ban sepeda.
Ketika ban di isi dengan angin, maka karet akan membiarkan udara masuk, sekaligus menjaga tekanan angin dari dalam ban agar tidak keluar.

Repotnya karet kecil yang digunakan sebagai katup menjadi usang seiring waktu. Karena hanya mengunakan bahan karet untuk menutup lubang pentil sepeda, dan akan rusak ketika sering terkena panas sampai menjadi lengket.

Tetapi itu jenis pentil ban sepeda dahulu, alias pentil jadul. Sekarang 2 jenis pentil sepeda yang digunakan untuk sepeda modern saat ini (diluar model ban tubeless).

Pentil ban sepeda ada 2 jenis yang umum digunakan di Indonesia.
Paling banyak adalah pentil Presta digunakan untuk sepeda gunung, fixie dan sepeda balap modern, ukuran kepala kecil
Pentil Scharder mirip seperti pentil ban motor, mobil memiliki katup per dengan ukuran kepala besar.

Perbedaan antara pentil sepeda kecil dan besar, memerlukan tip dan trik ketika memompa ban sepeda.

Tidak heran beberapa penguna sepeda sempat bingung ketika pertama kali memompa ban sepeda dengan pentil kecil (presta valve).

Ketika sepeda baru digunakan, terkadang lupa model pentil yang dipakai. Ketika ban mulai kempes dan ingin mengisi angin, barulah si pemilik sepeda sadar dan bingung "loh pentil ban sepedanya berbeda dari pentil motor".

Walaupun mulai bertanya kesana sini, akhirnya mengerti cara memasang pompa pada pentil kecil. Tetapi angin dari pompa tidak bisa masuk ke ban. Teknik memompa ban pentil kecil, tidak seperti ban biasa.

Dibawah ini informasi lebih lanjut tentang perbedaan dari pentil ban sepeda di Indonesia. Dan cara pemasangan adaptor untuk pentil kecil dengan pompa pentil besar

Ada 2 jenis pentil sepeda secara umum, Yaitu pentil versi Presta digunakan di Eropa memang dirancang khusus untuk ban sepeda, dan satu lagi tipe Schrader disebut juga ANSI mengikuti standar Amerika.

Gambar dibawah ini adalah bentuk dari pentil sepeda besar dan kecil atau dikenal dengan Presta dan Schrader.





Jenis pentil ban dalam sepeda.

Pentil jenis Schrader sama seperti pentil yang digunakan untuk kendaraan bermotor. Bahkan format Scharder digunakan juga untuk katup bagi shockbraker air / angin.

Mengunakan sistem per sebagai penahan angin pada katup. Pentil jenis Schrader atau pentil besar umumnya lebih mudah kempes, dan ban sepeda harus di pompa secara berkala.

Keuntungan, banyak dipakai karena dirancang untuk kendaraan bermotor. Pentil Schrader umumnya baik digunakan untuk rim atau velg sepeda berukuran lebar seperti velg motor dan mobil.
Tetapi sudah lama digunakan untuk ban sepeda.  Keunggulan dari pentil Scharder, ketika mengisi angin. Hanya sedikit angin yang keluar dari pentil, dan tekanan pada per akan dilakukan oleh katup pompa.

Jadi ketika mulut pompa dipasang ke jenis pentil Schrader. Ada sebuah tuas, yang mendorong per di dalam mulut pompa. Fungsinya untuk membuka valve agar tekanan angin dapat masuk ke dalam ban.

Pentil sepeda Presta. Pentil ini memanfaatkan sistem tekanan angin sendiri pada valve dan dirancang khusus sebagai pentil sepeda.

Katup atau valve pentil akan terangkat dan tertutup ketika tekanan ban tapi bukan dari dorongan per.

Perbedaan tekanan udara luar dan dalam membuat valve pada pentil terbuka dan tertutup atau terkunci.

Untuk mengunci, pentil Presta tidak mengunakan per. Tetapi mengunakan sistem baut untuk menutup ban secara manual agar katup tertutup lebih kuat. Kelemahan pada Presta, ketika ingin mengisi ban dalam setidaknya harus ada angin yang keluar dari ban.

Karena tidak mengunakan per dan pentil harus ditekan sebelum memasukan angin kedalam ban. Keuntungan, lebih nyaman pada velg atau rim sepeda berdinding sempit / langsing. Seperti Fixie atau ban Roadbike.

Bagaimana cara memompa ban sepeda pentil kecil atau jenis Presta

  1. Buka tutup pentil ban
  2. Buka bagian baut atas seperti gambar dibawah ini dan putar pengunci pentil berlawanan arah jarum jam.
  3. Putar baut sampai naik keatas
  4. Lalu tekan bagian tutup baut tersebut sedikit saja sampai terdengar udara keluar. (Untuk menurunkan katup pentil sehingga terbuka)
  5. Masukan mulut pompa Presta (posisi tidak terkunci
  6. Tekan pengunci mulut pompa, ban siap diisi dengan pompa.
  


Bagaimana mengisi angin ketika tekanan ban masih cukup tinggi di dalam.

Dengan pentil Presta harus diputar baut, dan ditekan terlebih dahulu dengan membuang sedikit tekanan angin.

Masalahnya, kita harus mengunakan pompa dengan tekanan lebih kuat. Agar tekanan angin dari pompa dapat mendorong turun pentil Presta. Beberapa pompa tidak mampu mendorong tekanan angin yang ada seperti ban sepeda roadbike atau fixie memiliki tekanan di atas 6 baru.

Tipnya dengan menurunkan tekanan angin dari ban dengan pentil Presta terlebih dahulu, barulah diisi angin dengan pompa.

Penjelasan cara mengisi ban sepeda dengan valve tekan tipe Presta Valve dapat dilihat dibawah ini



Cara memompa ban dengan pompa tekanan tinggi sampai 100psi. Mengunakan pompa lantai atau pompa injak SKS-Germany Airstep