Model brake pad.
Setiap rem sepeda jenis cakram memiliki satu bagian yang perlu diganti bila sudah usang. Komponen tersebut dinamai Brake Pad, bentuknya dengan 2 buah lempeng logam dan kanvas rem.
Setiap model brake pad atau kanvas rem untuk rem sepeda jenis cakram memiliki ukuran dan bentuk tersendiri. Setiap produsen sepeda mengeluarkan rancangan sesuai jenis atau model rem yang dibuat.

Untuk mengingatkan. Jangankan berharap banyak untuk mengunakan rem merek A lalu mengunakan produk dari brake pad merek B. Satu merek memiliki satu rancangan sendiri. Bukan hanya itu, dalam satu merek rem yang sama saja belum tentu memiliki model dan ukuran brake pad.

Lihat dibawah ini beberapa model yang ada dari jenis, ukuran dan pabrikan yang berbeda beda. Cobalah mencari produk rem sepeda yang paling umum dan memiliki purna jual yang baik. Jangan sampai setelah sepeda sudah lama digunakan, dan kanvas rem habis. Anda mulai kesulitan untuk mendapatkan kanvas rem atau brake pad penganti.



Beruntungnya dengan banyaknya model brake pad, komponen yang satu ini memiliki umur cukup panjang. Umur pemakaian bisa mencapai lebih dari 1 tahun.Dan beberapa produsen khusus membuat kanvas rem atau brake pad memiliki penganti dengan bahan dan rancangan khusus. Seperti Ashima mengeluarkan brake pad atau kanvas rem yang bisa digunakan oleh merek tertentu. Karena pabrikan Ashima memang membuat brake pad khusus untuk kanvas rem dari merek terkenal.

Kanvas rem juga mengunakan bahan berbeda beda, seperti kanvas rem metal, keramik, sintetik, organik dan lainnya. Masing masing memiliki kelebihan dan kekurangan, baik kemampuan dan harga.

Tip merawat rem sepeda jenis disk brake, khususnya bagian kanvas atau brake pad.
Untuk merawat rem disk brake untuk sepeda ada beberapa tip seperti dibawah ini.
  1. Jangan pernah membiarkan permukaan rotor atau cakram rem kotor. Karena akan menumpuk dibagian brake pad. Kekuatan rem menjadi tidak optimal.
  2. Jangan pernah membiarkan rotor atau cakram terkena minyak. Bila rotor secara tidak sengaja terkena minyak, sebaiknya langsung mencabut roda dan bersihkan bagian rotor. Bila rotor terkena minyak dan di biarkan, minyak yang disapu oleh brake pad. Hal tersebut menyebabkan rem menjadi blong. Bisa digambarkan seperti kanvas rem atau brake pad sudah diberikan minyak. Pastinya tidak akan mencengkram dengan baik.
  3. Bila brake pad terkontaminasi oleh minyak, sebaiknya langsung di cabut dan dibersihkan. Jangan biarkan minyak yang menempel pada brake pad menempel dan merembes kedalam kanvas. Bila sudah terjadi, anda akan berurusan untuk membeli brake pad baru.
  4. Khusus untuk bagian rotor, jangan tertindih atau tertimpa benda lain. Misal anda membawa ban lalu ditumpuk diatas bagasi, rotor yang terlihat amat kuat bisa melengkung karena beban berat.
  5. Khusus untuk rem Hidraulic atau rem Hidrolik. Setiap melepas ban, jangan lupa memasang kembali protektor untuk brake pad. Penguna sepeda gunung dengan rem jenis hidrolik terkadang lupa memasangkan protektor pada brake pad. Ketika tuas rem tertekan secara tidak sengaja, maka bagian brake pad akan menjepit. Tetapi tidak bisa kembali seperti semula. Hasilnya brake pad akan terkunci dan penguna sepeda tidak bisa memasukan ban karena terhalang oleh brake pad yang masih menjepit. Untuk menangani hal ini, biasanya di gunakan obeng untuk mendongkrak agar brake pad yang menjepit bisa terbuka kembali.
  6. Jangan melepas brake-pad atau kanvas rem Hidrolik dan memainkan tekanan brake lever / tuas rem. Dalam beberapa kasus, caliper untuk menjepit rotor bisa menyebabkan oli rem menetes keluar. Disebabkan dorongan dari tekanan oli dari brake lever dan mendorong bagian piston dibawah sehingga terjadi kebocoran.