Goesbike.com News Archive Bike Cyclist Adventure Photo Digital GPS Media - http://www.goesbike.com
Tambora Mountain Bike Expedition 2010
http://www.goesbike.com/articles/713/1/Tambora-Mountain-Bike-Expedition-2010/Page1.html
Henry Pangemanan
 
By Henry Pangemanan
Published on 11 August 2010
 
Perjalanan ke Gunung Tambora NTT. Bukan petualang tetapi mencari tantangan, bersama 4 rekan sepeda mencoba mendaki gunung Tambora dengan sepeda. Butuh perjalanan selama 4 hari menuju rute Gunung Tambora. Peralatan tidak kurang dari 30kg, bahkan sepeda harus di angkat sampai digendong dan ditarik. Pemandangan yang indah di ketinggian 2.800m dari permukaan laut

Pengantar
Not Adventure Just The Real Challenges



Salah satu kisah pendakian gunung dengan bersepeda di Indonesia disajikan berdasarkan pengalaman dari Om Andre Firmansyah dengan disertai photo-photo perjalanannya dibawah ini. Rute sepeda gunung yang satu ini cukup extreme, layaknya penjelajahan ke puncak gunung


Perjalan ini berawal dari cerita kami sebelumnya, ketika kami mencoba menaiki sepeda ke Gunung Galunggung beberapa bulan yang lalu. Dari sana terlintas harapan untuk mencoba mengayuh sepeda ke Gunung Rinjani yang mana pada akhirnya niatan tersebut terpaksa tertunda karena situasi Gunung Rinjani yang tidak memungkinkan untuk didaki sementara waktu.



Akhirnya tujuan mendaki gunung Tambora mengalihkan perhatian kami. Gunung Tambora ini mempunyai ketinggian 2851 m dpl, terletak diantara dua Kabupaten, yaitu Kabupaten Dompu (sebagian kaki sisi selatan sampai barat laut), dan Kabupaten Bima (bagian lereng sisi selatan hingga barat laut, serta kaki hingga puncak sisi timur hingga utara) Provinsi Nusa Tenggara Barat dengan garis koordinat tepatnya pada 8°15' LS dan 118° BT.

Tambora merupakan gunung berapi aktif yang berada di Pulau Sumbawa, yang juga bagian dari kepulauan Nusa Tenggara. Karena bentukan Tambora oleh Zona Subduksi dibawahnya, sehingga bisa meningkatkan ketinggian puncaknya mencapai 4.300 m dpl, dan dipastikan sebagai salah satu puncak gunung tertinggi di seluruh nusantara setelah Puncak Jaya (Carstensz Piramid 4884 m dpl). Namun ini terjadi sebelum bulan April 1815 sampai persitiwa puncak meletusnya gunung Tambora dengan skala letusan mencapai angka tujuh (7), sebuah ukuran dengan diskripsi super kolosal menurut catatan VEI (Volcanic Explosivity Index)

Kawah Tambora



Perjalanan yang dimulai pada tgl 30 Juli 2010, mengambil rute pendakian melalui pintu masuk Desa Pancasila, Kab Dempo, Sumbawa. Anggota Team yang terlibat : K'Agen, Gagung XL, Mas Gepeng , Andre Firmansyah







Waktu Perjalanan hari 1
Jam 13.00 s/d 15.00 WIT,
Perjalanan dari Desa Pancasila hingga pintu gerbang Gunung Tambora. Rute ini relatif aman, yakni kondisi jalan sangat memungkinkan untuk di gowes bersama sepeda, walau sedikit menanjak!'' kami jadikan rute ini sebagai pemanasan…

Jam 15.30 s/d 18.15 WIT,
Pintu Gerbang - POS 1. dalam rute ini sesekali team mulai disibukan oleh khas TTB (istilah para Gowes'er yg menyayangi sepedanya secara berlebihan!!!.hehe. Tun Tun BIKE (dorong2 sepeda). Yaa mengingat trek ini sedang dalam proses galian pemasang saluran pipa air.

Jam 18.15 s/d 20.00 WIT
ISOMA!!!.....+ istirahat full makan. Muantap rek...logistik full tank sore ini

Suasana di Pos 1





Jam 20.00 WIT s/d 01.00 dini hari.
POS 1 - POS 2, Team memutuskan untuk melanjutkan perjalanan dari POS 1 (NR''night riding'') dengan harapan tiba di POS 2 sebagai based camp awal kami. Jalur ini memiliki tanjakan yang lumayan cukup terjal, terlebih diantara jalan setapak yg kami lalui sering dijumpai pohon tumbang!.. Kami dipaksa mengangkat sepeda untuk melewati setiap rintangan pohon2 tumbang Sebagai gambaran masing2 anggota team membawa sepeda beserta perlengkapannya (logistic, air dll) dengan bobot lebih dari 35 kilo







Waktu Perjalanan hari 2
Jam 09.00 s/d 13.30 WIT.

Perjalanan dimulai dari POS 2 hingga POS 3. Rute kali ini single trek, masih dihiasi dengan pohon2 tumbang yang menutupi badan jalan. Tanjakan dan sesekali turunan (lembahan curam) sehingga teknik menuruni lembah terjalpun di lakukan dengan bantuan sling webbing ala pendaki gunung.

Sling webbing yang harus kami gunakan untuk menuruni tebing yang cukup curam



Jam 14.30 s/d 18.00 WIT

Sesi kedua perjalan ini dimulai dari POS 3 - POS 4. kami menyebutnya The Trap (perangkap)!!!.. Hal ini dikarenakan disepanjang lintasan rute ini hampir dipenuhi tanaman ilalang sejenis daun pulus! yg ketika tersentuh manusia bisa mengakibatkan efek gatal disertai sakit takterhingga...... lagi2 Team dipaksa extra hati2, layaknya tentara dalam medan pertempuran

Medan pendakian yang kadangkala membuat kami juga harus merayap lewat bawah pohon tumbang



Jam 18.20 s/d 20.00 WIT

Etape ketiga ini diawali dari POS 4 - POS 5 (camp terakhir menjelang puncak).

Tak beda dengan rute sebelumnya (pos 3 ke pos 4).... Situasi disebagian besar trek masih tumbuh (the trap). Rute ini juga sebagai penanda batas vegetasi hutan. Pohon besar mulai berkurang seiring dengan bertambahnya ketinggian... Jarak pandang pun bisa sedikit lebih luas, namun yg tampak hanyalah sinar cahaya dari masing anggota team... Yaa, perjalan malam (NR) night ride'' yg harus kami lakukan guna mengejar tengat waktu, dengan harapan kami memiliki waktu istrahat yg cukup, jelang gowes menuju puncak

Suasana Night Ride…, hanya semilir angin dingin yang menemani kami




Waktu Perjalanan hari 3
Jam 02.30 pagi s/d 03.00 WIT.

Bangun & sarapan kepagian dan persiapan pendakian





Jam 03.00 pagi s/d 07.00 WIT.

Team mulai bergerak menuju puncak Tambora (Pos 5 - Puncak), dengan harapan bisa menikmati indahnya sunrise dipagi hari. Namun kenyataannya tak seperti dengan apa yang dibanyangkan sblmnya. Kami tiba dipuncak tepat pukul 07.00 WIT.








Bila dilihat dari segi jarak tempuh antara POS 5 ke Puncak Tambora relatif lebih pendek dibandingan dgn jarak 'Pos to Pos' dari rute sebelumnya. Namun kenyataannya berbeda, suguhan rute yang kami lalui hampir separuh jalan adalah vertikal (BIKE climbing). Disini segala daya dan upaya dikerahkan hingga batas kemampuan kami. Semua teknik TTB dilakukan hingga teknik JJB (Jing Jing BIKE) bahkan jurus pamungkaspun dikeluarkan MMB (Ma-Mangku BIKE) hehe… istilah yg kami pakai saat itu'''.  Untungnya rute ini kami lalui pas malam hari, paling tidak rasa takut akan ketinggian seolah2 hilang (poek.com=gelapgulita).


Top
Ditengah jalan menuju puncak kami kembali berpapasan dengan pendaki lain asal negri Perancis, saat mereka hendak turun dari puncak dengan muka agak kusam. Mereka menyayangkan tidak bisa melihat kawah yang tengah tertutup kabut saat itu. Keadaan ini hampir membuat patah semangat team.

Situasi saat itu team benar-benar dilanda kelelahan yang teramat sangat, karena kurangnya waktu istirahat dan beratnya medan benar-benar membuat fisik kami cepat drop!. Hanya harapan dan semangat disertai doa yang mengiringi kami saat itu , dan akhirnya Alhamdulilah kami tiba juga dipuncak!! Dan tentunya dgn seIzinNya serta doa teman-teman goweserlah yang membuat  Team tiba dipuncak dengan selamat. Thanks God



Alam tanah nusantara nan indah ciptaan Allah SWT





Jam 07.00 s/d 09.00 WIT

Kabut tebal disertai tiupan angin kencang masih tak beranjak pergi dari puncak Tambora. Dengan sabar menanti, diiringi Doa… tepat pukul 08.00 WIT, lambat laun kabut tebal itu mulai bergeser dari bibir kawah Tambora (Subhanaloh, keajaiban yang sulit dipercaya). Hal ini tidak kami sia-siakan untuk pengambilan gambar (motret sambil bergaya). Menjelang pukul 08.45 kabut tebal kembali menghingapi kawah disertai dengan naiknya kabut dari arah punggungan gunung …. Akhirnya ketika jarum jam menunjukan pukul 09.00 WIT, kami kembali turun ke POS 5 (camp utama).

Lebar kawah Gunung Tambora sepanjang 7 Kilometer dengan keliling kawahnya sepanjang 16 Km dan memiliki jarak antara puncak dengan dasar kawah sedalam 800 meter.
 

Jam 09.00 s/d 11.30 WIT

Perjalanan Down Hill (DH (-) pertama kami di Gn Tambora. Namun kenyataanya masih juga TTB….He he he… Hal ini diakibatkan oleh pandangan mata yang semakin jelas (geuning jurang iue teh nya = Ngeri dah) sehingga meningkatkan rasa takut menghinggapi kami akan jurang yg mengganga diantara jalan setapak!. Untungnya catatan waktu lebih cepat dari rute pendakian tentunya…. Hehe

Jam 11.30 s/d 12.30 WIT

Pos 5 (reload bahan bakar) + mengepak kembali perlengkapan yang sebelumnya ditinggalkan di camp!!

Jam 12.30 s/d 13.30 WIT

Perjalan pulang dari Pos 5 - Pos 4 (cerita msh sama ketika proses sblmnya, hanya laju team lebih cepat)

Jam 13.45 s/d 14.45 WIT

Turun dari Pos 4 - Pos 3 (tidak jauh beda..... masih berurusan dgn the trap!)
 
Jam 15.00 s/d 17.30 WIT

Bergerak dari POS 3 - Pos 2 (sami keneh = sama sj!!!)...Hanya cerita yang menarik disini adalah ketika seleuruh anggota Team, dilanda kehabisan minuman. Cadangan minuman habis digunakan disaat pendakian menuju Puncak sebelumnya dan sisanya digunakan masak di saat makan siang di Pos 5. Akhirnya tiba di Pos 2 baru ada persedian air dari sungai yang mengalir'' Alhamdullilah……

Jam 18.00 s/d 20.00 WIT

Disini Real Down Hill (DH+++ sosorodotan) baru bisa dilakukan.... terlebih cuaca buruk menghadang (hujan dengan derasnya menguyur seluruh anggota team) saat itu kami menghawatirkan akan susulan pohon tumbang yang ternyata syukur Alhamdulilah tidak terjadi hal yang tidak diinginkan semata karena lindungan Allah SWT..
 
Jalur pulang antara Pos 2 ke Pos satu kami namakan Jalur Donor darah!!! hal ini diakibatkan dengan banyaknya pacet (hewan sejenis Lintah) yang hinggap diantara kaki semua anggota team.
Sempat kami tersasar ditengah hutan, tetapi allhamdulilah akhirnya team kembali menemukan jalan untuk pulang hingga sempat bertemu dengan 'Based Camp' kelompok Pencinta Alam dari kampus Jakarta, yang hendak melakukan pendakian ke puncak Tambora.. Mereka berasal dari team MAPALA Trisakti Jakarta (Aranyacala), MAPALA Kampus Gunadarma dan beberapa kelompok Pencinta Alam lainnya yang mohon maaf tidak sempat kami hapalkan namanya satu persatu karena kondisi kami yang kelelahan amat sangat saat itu..

Mereka memberikan makanan & minuman, mulai dari air teh manis panas, suluh hingga Nasi Goreng ala Padang (extra pedas). pertemuan ini memberikan makna yg mendalam, disaat stock logistic (cadangan makanan) kami telah habis. ''Yaa Alloh berikanlah balasan yg jauh lebih besar atas segala kebaikan mereka. Amin.

Jam 21.00 s/d 23.30 WIT

Team melanjutkan perjalanan pulang dari Pos 1 menuju Pintu gerbang (kaki gunung Tambora).... disini team mulai merasakan gejala sindrom Manja. Yaa mungkin karena sebelumnya istirahat yg cukup lama, akibatnya suhu udara anggota tubuh kembali menurun, dan dapat dipastikan energi yg baru saja dicerna terkuras habis


Waktu Perjalanan hari 4
00.30 WIT

Rute klasik (back to basic) antara Pintu gerbang ke Desa pancasila. Rute ini 100% bisa digowes!!!.... Namun apa daya kondisi team yang drop dan lelah teramat lelah dan rasa kantuk yang amat sangat. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali bermalam di Camp Desa Pancasila....  Keesokan harinya tepat Pukul 8.30 WIT kami baru meninggalkan Camp Desa Pancasila.

Satu hal yang pasti, tujuan kami bukanlah semata-mata untuk menurunkan cerita yang turun menurun!!!, Namun dengan segala kerendahan hati, kami berusaha bersilaturahmi dgn Ibu pertiwi (Alam Semesta), sekaligus mendekatkan diri dgn Sang Pencipta Raja Langit dan Bumi, akan ke Maha Besaran Alloh SWT yang telah menciptakan Gn. Tambora dengan Jutaan pesonanya.

Andre Firmansyah


Tak lupa kami menghaturkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung perjalanan kami yakni :
  • PT. XL Axiata Tbk
  • Toko Sepeda SAB
  • Cimahi Stock Export
  • Extrude
  • Seven Road ''7R''
  • GO – West
  • Bp Santoso (Manager Field Operation & Maintenance NTB), mewakili pihak PT. XL, yang telah banyak membantu kami selama di Mataram, Lombok.
  • Bpk Doni, (operation XL Pulau Sumbawa) yang memberikan pinjaman kendaraan tempurnya. Sungguh tak terbayang, seandainya kami gowes mulai dari pelabuhan kayangan hingga desa pancasila dengan jarak tempuh 800 km pp..
  • Bpk Aon (distribution logistic XL), yang senantiasa mengatar dan menjemput kami, mulai dari bandara hingga acara jalan2 keliling Lombok.
  • Bp Didi (Kordinator FOP XL Pulau Sumbawa) terima kasih jamuan makan selepas turun gunungnya. Mohon maaf hotel yang telah disiapkan tidak jadi kami gunakan, karena memang sat itu kami dikejar waktu
  • Bp Dedi (FOP XL Kab, Dempo) yang juga anggota dari kelompok Pencinta Alam Universitas Mataram''
  • Kaka Saeful Bahri, kordinator K-PATA
  • Bpk Haerul & ade kecil Ian yg dengan sigapnya membantu kami selama perjalanan mendaki Gunung Tambora. (putra daerah)
  • Kelompok Pencinta Alam Tambora (K-PATA)
  • Semua Organisasi Pencinta Alam Indonesia.
  • Semua komunitas / club sepeda Indonesia.
  • Semua pihak yang secara langsung maupun tidak langsung telah membantu terwujudnya perjalanan ini.
Next Foto Foto perjalanan ke Gunung Tambora

Foto 1












Foto 2







Sepeda di Gendong





Memasak di gunung



Target selanjutnya Puncak Gunung Rinjani