Ditengah jalan menuju puncak kami kembali berpapasan dengan pendaki lain asal negri Perancis, saat mereka hendak turun dari puncak dengan muka agak kusam. Mereka menyayangkan tidak bisa melihat kawah yang tengah tertutup kabut saat itu. Keadaan ini hampir membuat patah semangat team.
Situasi saat itu team benar-benar dilanda kelelahan yang teramat sangat, karena kurangnya waktu istirahat dan beratnya medan benar-benar membuat fisik kami cepat drop!. Hanya harapan dan semangat disertai doa yang mengiringi kami saat itu , dan akhirnya Alhamdulilah kami tiba juga dipuncak!! Dan tentunya dgn seIzinNya serta doa teman-teman goweserlah yang membuat Team tiba dipuncak dengan selamat. Thanks God

Alam tanah nusantara nan indah ciptaan Allah SWT
Jam 07.00 s/d 09.00 WITKabut tebal disertai tiupan angin kencang masih tak beranjak pergi dari puncak Tambora. Dengan sabar menanti, diiringi Doa… tepat pukul 08.00 WIT, lambat laun kabut tebal itu mulai bergeser dari bibir kawah Tambora (Subhanaloh, keajaiban yang sulit dipercaya). Hal ini tidak kami sia-siakan untuk pengambilan gambar (motret sambil bergaya). Menjelang pukul 08.45 kabut tebal kembali menghingapi kawah disertai dengan naiknya kabut dari arah punggungan gunung …. Akhirnya ketika jarum jam menunjukan pukul 09.00 WIT, kami kembali turun ke POS 5 (camp utama).
Lebar kawah Gunung Tambora sepanjang 7 Kilometer dengan keliling kawahnya sepanjang 16 Km dan memiliki jarak antara puncak dengan dasar kawah sedalam 800 meter.
Jam 09.00 s/d 11.30 WITPerjalanan Down Hill (DH (-) pertama kami di Gn Tambora. Namun kenyataanya masih juga TTB….He he he… Hal ini diakibatkan oleh pandangan mata yang semakin jelas (geuning jurang iue teh nya = Ngeri dah) sehingga meningkatkan rasa takut menghinggapi kami akan jurang yg mengganga diantara jalan setapak!. Untungnya catatan waktu lebih cepat dari rute pendakian tentunya…. Hehe
Jam 11.30 s/d 12.30 WITPos 5 (reload bahan bakar) + mengepak kembali perlengkapan yang sebelumnya ditinggalkan di camp!!
Jam 12.30 s/d 13.30 WITPerjalan pulang dari Pos 5 - Pos 4 (cerita msh sama ketika proses sblmnya, hanya laju team lebih cepat)
Jam 13.45 s/d 14.45 WITTurun dari Pos 4 - Pos 3 (tidak jauh beda..... masih berurusan dgn the trap!)
Jam 15.00 s/d 17.30 WITBergerak dari POS 3 - Pos 2 (sami keneh = sama sj!!!)...Hanya cerita yang menarik disini adalah ketika seleuruh anggota Team, dilanda kehabisan minuman. Cadangan minuman habis digunakan disaat pendakian menuju Puncak sebelumnya dan sisanya digunakan masak di saat makan siang di Pos 5. Akhirnya tiba di Pos 2 baru ada persedian air dari sungai yang mengalir'' Alhamdullilah……
Jam 18.00 s/d 20.00 WITDisini Real Down Hill (DH+++ sosorodotan) baru bisa dilakukan.... terlebih cuaca buruk menghadang (hujan dengan derasnya menguyur seluruh anggota team) saat itu kami menghawatirkan akan susulan pohon tumbang yang ternyata syukur Alhamdulilah tidak terjadi hal yang tidak diinginkan semata karena lindungan Allah SWT..
Jalur pulang antara Pos 2 ke Pos satu kami namakan Jalur Donor darah!!! hal ini diakibatkan dengan banyaknya pacet (hewan sejenis Lintah) yang hinggap diantara kaki semua anggota team.
Sempat kami tersasar ditengah hutan, tetapi allhamdulilah akhirnya team kembali menemukan jalan untuk pulang hingga sempat bertemu dengan 'Based Camp' kelompok Pencinta Alam dari kampus Jakarta, yang hendak melakukan pendakian ke puncak Tambora.. Mereka berasal dari team MAPALA Trisakti Jakarta (Aranyacala), MAPALA Kampus Gunadarma dan beberapa kelompok Pencinta Alam lainnya yang mohon maaf tidak sempat kami hapalkan namanya satu persatu karena kondisi kami yang kelelahan amat sangat saat itu..
Mereka memberikan makanan & minuman, mulai dari air teh manis panas, suluh hingga Nasi Goreng ala Padang (extra pedas). pertemuan ini memberikan makna yg mendalam, disaat stock logistic (cadangan makanan) kami telah habis. ''Yaa Alloh berikanlah balasan yg jauh lebih besar atas segala kebaikan mereka. Amin.
Jam 21.00 s/d 23.30 WITTeam melanjutkan perjalanan pulang dari Pos 1 menuju Pintu gerbang (kaki gunung Tambora).... disini team mulai merasakan gejala sindrom Manja. Yaa mungkin karena sebelumnya istirahat yg cukup lama, akibatnya suhu udara anggota tubuh kembali menurun, dan dapat dipastikan energi yg baru saja dicerna terkuras habis