Sebagai salah satu operator selular di Indonesia, PT.Bakrie Telecom sudah mencanangkan diri sebagai perusahaan yang berwawasan lingkungan dan mendukung program Go Green dengan motto ”Hijau untuk negeri” dan beberapa event yang diselenggarakan oleh BTEL (Bakrie Telecom). Program ini disosialisasikan ke seluruh karyawan dari tingkat staff sampai ke level Direksi.

Kegiatan diawali dengan pencanangan dan sosialisasi program BTEL Go Green, yang  diberikan sosialisasi awal oleh Malk Sustainability Partners; konsultan lingkungan hidup internasional dari San Diego Amerika Serikat. Sebagai partner lokal yang juga memberikan sosialisasi ini antara lain adalah Bpk.Toto Sugito Ketua komunitas Bike To Work Indonesia (B2W) yang menjelaskan perubahan iklim global serta memberikan wacana bersepeda sebagai salah satu alternatif transportasi menuju tempat kerja yang bebas polusi dan sudah pasti membuat sehat pengendaranya.





Berkaitan dengan program ini,maka sosialisasi bersepeda juga aktif dilaksanakan Komunitas Esia Gowes, yang berdiri tahun 2009 yang lalu. Walaupun baru beranggotakan puluhan pesepeda yang juga merupakan karyawan BTEL diseluruh Indonesia, tetapi komunitas Esia Gowes sangat aktif melakukan sosialisasi kegiatan bersepeda baik untuk sarana transporasi ke kantor maupun sebagai olahraga di alam bebas.

Akhir Oktober yang lalu kegiatan bertualang dengan MTB (Mountain Bike) kembali dilaksanakan Esia Gowes, kali ini tidak tanggung2 pesertanya selain anggota aktif juga kedatangan beberapa petinggi di BTEL yang gemar bersepeda seperti Bpk. Danny Buldansyah (Deputy President Director Network & Services), Bpk.Jastiro Abi (Direktur Keuangan), Bpk. Feri Heri Susilo (Vice President PMO), serta beberapa General Manager dari kantor pusat. Ikut juga beberapa vendor dan perwakilan dari komunitas lain yang memang sering jalan bersama team Esia Gowes.

Rute klasik Rindu Alam menuju Gadog dengan total jarak 28,8 km ditempuh dalam waktu 4 jam melalui rute kondangan, dan tidak ada kesulitan berarti kecuali beberapa pesepeda sempat terjatuh karena licinnya medan.

Berikut beberapa moment yang sempat diabadikan saat Esia Gowes bertualang di Track legendaris Rindu Alam :











Bagian menarik dari perjalanan group BTEL, ternyata ada satu biker yang baru kali pertama mencoba jalur ini. Komentarnya :

Hen (menanyakan ke kontributor - Henry)..., " gue baru tahu sekarang tuh fungsinya Shock belakang, fork depan, dan gunanya pindah gigi, kenapa sepeda pake rem cakram kayak mobil....
Selama ini gue pake sepeda di Thamrin Sudirman gak pernah pindah gigi dan mikir yang namanya shock, fork dan group set itu pemanis doang di sepeda..... ha ha ha (tertawa happy ternyata perlengkapan di sepeda ada gunanya)"

Satu lagi pembicaraan di Sederhana titik jalur pulang dari Rindu Alam...."Hen..., barusan itu rute/track untuk pemula yah...." Sontak semua teman2 ketawa ngakak...
Satu pun memberikan komentar "itu rute untuk advance pak; pemula mah maen di cibubur, ragunan, taman mini..... "
Langsung beliau nyeletuk keras..."Shit...., pantesan dari tadi gue mikir, kalau pemula aja tracknya kayak gini.... gimana yang udah pada advance yah.....??? Dijebak neh gue kesini....., but its OK lah....., asli gue nikmatin banget perjananan tadi...., Gue baru tau juga bahwa sepedaan ternyata lebih capek dan lebih heboh dibanding dengan lari."

Jebakan Betmen, So Sweeeett.