Ada 4 model atau tipe terbaik, dinilai dari ketepatan kedudukan rantai pada crank, dan nilai tambah dengan bobot crank serta nilai ekonomis :
  • FSA Comet 386
Harga FSA Comet 386 lebih murah dari Shimano SLX Dyna-Sys 10 speed. Crank FSA Comet 386 hanya memiliki 2 ring chain.
  • Shimano SLX Dyna-Sys 10 speed
Ring dengan 42/32/24 gigi boleh dibilang murah untuk sepeda gunung. Banyak penguna sepeda gunung ingin menguprade ke crank SLX yang satu ini karena murah dan sudah siap dengan 10 speed.
  • Shimano XTR Dyna-sys 10 speed
Crank ringan, Holowtech II 10 speed, disain cantik. Memiliki 42/32/24 gigi yang tepat untuk ratio pedal Dyna-Sys. Memang tidak murah, tetapi untuk jangka panjang cukup baik sebagai investasi.

  • Shimano Deore 9 speed

Yang tidak disangka sebagai crank entry level masuk sebagai crank terbaik. Total berat Shimano Deore tidak lebih dari 1kg. Berbeda 210 g dibanding Shimano XTR. The best value sebagai crank terbaik Nyatanya crank Deoreo adalah crank terbaik sepeda gunung untuk entry level atau pemula. Kekurangan pada bagian gigi terkecil karena hanya memiliki 22 gigi, sedangkan tipe lebih tinggi memiliki crank terkecil dengan 24 gigi.

Crank terbaik versi What Mountain Bike edisi 12 tahun 2010



Seperti informasi diatas, hasil test crank tidak hanya melihat dari sisi harga, rancangan dan merek. Tetapi lebih dalam dengan sisi teknik teknologi dan fungsi dari crank itu sendiri. Bobot, disain dan harga perlu dipertimbangkan oleh pembeli.

Nilai lain artikel ini untuk memberikan informasi tentang Crank bagi pecinta sepeda. Crank murah seperti Deore dan SLX buatan Shimano memang tidak kalah baiknya dibandingkan crank sepeda yang harganya lebih mahal. Ke 2 model crank buatan Shimano mendapatkan nilai teratas sebagai 4 besar. Baik Crank Deore (9 speed) dan Deore SLX (10 speed) nyatanya memiliki ketebalan gigi yang sama, kecuali bobot dimana Deore SLX sedikit lebih ringan, sedangkan Deore masih mempertahankan 9 speed dengan gigi kecil lebih sedikit.

Dan jangan lupa bahwa mahal tidaknya sebuah produk akan di ikuti oleh biaya promosi yang tidak sedikit. Boleh saja sebuah merek Crank sering  di promosikan pada media cetak dan internet. Lalu crank ditawarkan dengan harga premium dengan kata kata manis oleh produsen. Mungkin saja crank yang sering di promosikan memiliki fitur tertentu, tetapi tidak diulas kelebihannya pada iklan yang mereka tampilkan. Bagi sebagian pesepeda mungkin lebih tertarik dengan disain, brand minded, selera dan hal lain yang menjadi bahan pertimbangan membeli crank sepeda. Tentunya perbedaan pada test bisa diabaikan.

Harga crank yang mahal bukanlah hal mutlak untuk dimiliki dan bukan jaminan kualitas crank mahal memang lebih baik untuk pesepeda. Sekali lagi, fungsi crank hanya untuk mentranfer tenaga dari pesepeda ke gigi dibagian belakang. Kekuatan utama terletak pada fisik kita sendiri.

Artikel ini adalah kutipan sebagian informasi yang disajikan dari majalah What Mountain Bike edisi 2010.