Shimano telah menginvestasi sekitar $179 juta dollar untuk pabrik di Singapura.
Dan membuka fasilitas baru $118 juta di negara Jepang.

Tujuannya untuk meningkatkan produksi suku cadang komponen sepeda yang kurang selama ini.

Selama pandemi, orang banyak mengunakan sepeda dan menghindari transportasi umum.
Selama peningkatan jumlah pesepeda, dan tingginya kebutuhan komponen sepeda di pertengahan tahun 2020.

Membuat semua komponen dan sepeda, harganya meroket.

Pandemi seperti 2 sisi koin. Pabrik sepeda berusaha meningkatkan produksi untuk sampai ke pelanggan.
Tetapi pengiriman barang tidak dapat dilakukan dengan angkutan laut karena ketika itu tidak banyak barang yang harus di angkut. Kecuali perlengkapan medis.

Diawal tahun 2021, masih ada saja produk komponen sepeda yang harus dijadwal sampai 12 bulan kedepan.

Banyak produsen khawatir untuk tidak meningkatkan produksi semaksimal mungkin.
Karena tidak tahu apakan pasar sepeda nantinya akan berubah lagi atau cenderung turun setelah semua kembali normal.

Bila komponen sepeda terus diproduksi, sampai gelembung pecah akan membuat stok produk mereka menumpuk.

Shimano berbeda, tetap yakin adanya pertumbuhan pasar sepeda yang terus meningkat.
Shimano mengumumkan untuk pabrik baru akan beroperasi secepatnya di tahun 2022, dan memproduksi tranmisi sepeda kelas atas.

Pabrik Shimano di Singapura sudah ada sejak tahun 1973.
Perbedaan pabrik yang baru dibangun untuk pabrik masa depan, menekankan sistem digitalisasi.

Pabrik di Osaka dan Yamaguchi akan mendapat mesin dan software baru. Sehingga sistem mesin bekerja 1,5x lebih banyak dibanding produksi tahun 2019.

Pabrik Shimano Osaka Jepang